Sumbang Signifikan Angka Positif Covid-19 di Purwakarta   

PURWAKARTA — Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyebut ada 106 orang di satu perusahaan yang jumat (13/11/2020) terkonfirmasi positif Covid-19, dan mereka tengah melakukan isolasi.
“Pelaku perjalanan karena merata 17 kecamatan terutama wilayah kota. Posisi dua yaitu klaster industri cukup naik signifikan. Ada tiga perusahaan penyumbang terbesar di klaster industri ini,” ujar dia.
Saat disinggung apakah akan ada penutupan, Anne menyebut mulai hari Jumat berhenti operasi sampai Minggu kemudian dilakukan semprot disinfektan.
“Semoga selama itu bisa dijadikan momen untuk membersihkan dan kemudian scraning 1.300 karyawan, sebagai tahap awal rapid tes ketika sudah ada yg reaktif maka kita lakukan swab,” kata Anne.
Terkait ruang isolasi di wilayah perusahaan, Anne menyebut ditanggung oleh pihak perusahaan sendiri.
“Kami hanya siapkan tenaga medis, 4 perawat 2 bidan 2 dokter, tetapi dokter tidak stand by 24 jam karena kami menarik dari beberapa puskemas,” ujar Anne.
Sebagai upaya menekan penyebaran virus, Anne mengaku terus melakukan operasi yustisi, akan tetapi tidak dilakukan di jalan protokol, melainkan di semua kecamatan. Tim Satgas kabupaten fokus di wilayah kota menyisir gang kecil masuk pemukiman warga.
“Masih banyak memang warga yang masih melanggar. Saya akan keluarkan surat edaran melalui BKPSDM, jika ada ASN yang melanggar nanti sanksi adminitrasi penahanan kenaikan pangkat karena ada catatan merah,” kata Anne.   
Sementara itu dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp. PD, dalam webinar bertema “Tantangan Penyintas Beradaptasi & Lindungi Diri dengan Imunisasi menyatakan banyak hal yang terlewat dari penangan korona.
“Target kami mencegah sebanyak mungkin agar orang tidak sakit, melalui kampanye 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu juga kampanye 3T, tracing, testing, dan treatment serta vaksinasi,” ujar dr. Andi.
Menurutnya, target pemerintah saat ini bukan hanya menyelesaikan wabah, namun kondisi kesehatan masyarakat Indonesia juga harus lebih baik lagi.
Dia juga menambahkan bahwa saat ini tenaga kesehatan  tidak hanya berjuang memerangi pandemi COVID-19, namun targetnya masyarakat Indonesia harus benar-benar sehat dan kuat.
“Banyak pasien yang dulunya tidak mengetahui jika memiliki penyakit penyerta atau komorbid, setelah diperiksa COVID-19, baru mengetahuinya. Jadi mereka ini harus lebih baik lagi perawatannya. Misalnya mereka yang obesitas, mengkonsumsi gula tinggi, diubah pola hidupnya menjadi plant-based diet. Sehingga berat badannya turun dan daya tahan tubuhnya jauh lebih baik. Juga yang punya riwayat kardiovaskular misalnya, harus lebih baik perawatannya selama dan setelah wabah ini,” papar Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini. (san/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here