TUTUP: Penutupan Jalan Sudirman Purwakarta tiap jam 9 malam oleh aparat keamanan. Penutupan ini berlaku selama PSBM diberlakukan.

PSBM di Kota Purwakarta Dipantau Ketat

PURWAKARTA – Penutupan di Jalan Sudirman mulai persimpangan Taman Pembaharuan hingga Bank BTN telah dilakukan Pemkab Purwakarta sejak Senin (12/10/2020) malam.
Penutupan jalan dilakukan menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Kota. Penutupan dipimpin Ketua Harian Satgas Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana. “Kami mulai tutup jalan pukul 21.00 WIB, dan langsung bertindak meminta tempat makan, minimarket, hingga warung-warung yang berpotensi menjadi tempat kerumunan untuk tutup,” kata dia. Pemkab Purwakarta memberlakukan PSBM di wilayah Kecamatan Kota selama dua pekan, mulai 12 sampai 26 Oktober 2020 mendatang. Selama itu juga penutupan pada jalan ini akan dilakukan setiap malam mulai pukul 21.00-23.00 WIB. Sebelum penutupan jalan dilakukan  telah disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.
“Semoga dengan adanya PSBM ini kami mampu menekan penyebaran Covid-19, agar PSBM hanya berlaku selama 14 hari ini,” kata Iyus. Tak hanya itu, Pemkab dan gugus tugas juga memberlakukan denda Rp100.000 bagi per orangan bagi pelanggar protokol kesehatan dengan catatan non warga Purwakarta, dan Rp500.000 untuk badan usaha yang buka melebihi jam operasional.
“Kalau untuk warga Purwakarta sanksinya hanya hukuman sosial,” katanya.
Sementara itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta menyatakan masih terjadi fluktuatif pada warga yang terpapar Covid-19. Untuk angka konfirmasi positif trendnya masih menunjukan kenaikan.
“Hari ini, terjadi penambahan pada warga yang berstatus terkonfirmasi positif sebanyak 5 orang dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr. Deni Darmawan, Selasa (13/10/2020).
Menurutnya, secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat 376 orang dan yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 280 orang. Tercatat juga, hingga hari ini jumlah orang positif telah meninggal dunia ada 17 orang. “Jumlah konfirmasi positif perhari ini berjumlah 80 orang,” ujar dr Deni.
Gugus Tugas juga tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai. “Data lainnya juga kami sampaikan, untuk warga yang berstatus kontak erat jumlahnya berkurang 32 orang, kini jumlahnya menjadi 399 orang. Dan warga yang berstatus suspek jumlahnya berkurang 11 orang, kini jumlahnya menjadi 41 orang dan probable nihil,” tuturnya.
Ia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi ini. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Dinkes Purwakarta untuk menghadapi situasi ini, dr Deni menyebutkan melalui pelacakan yang efektif, pelaksanaan manajemen klinis sesuai Permenkes nomor 413 tahun 2020, dan berkoordinasi dengan tim Covid-19 pusat juga provinsi.
Dokter Deni juga mengatakan, dalam upaya mempercepat penanganan pandemi, GTPP Covid -19 Kabupaten Purwakarta terus melakukan rapid dan swab test secara masif. Selain itu upaya memperoleh hasil tes juga dipersingkat agar penularan tidak semakin menyebar.
Menurutnya, dengan semakin banyaknya warga yang menjalani tes, akan lebih mudah untuk mendeteksi jika ada warga yang terkonfirmasi positif. Hal ini otomatis akan ada tindakan medis yang diberikan.
“Mereka akan menjalani protokol yang telah ditetapkan, baik dirujuk di rumah sakit maupun menjalani karantina mandiri secara ketat di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Selain itu, lingkungan sekitar juga akan menyesuaikan dengan lebih memperketat physical distancing antarwarga. Dengan demikian, upaya memutus mata rantai penularan menjadi lebih efektif,” ujarnya.
Dengan kata lain, semakin cepat pemerintah melakukan swab test secara massal, upaya penanganan akan lebih cepat dapat dilakukan. Menurut dr Deni, jumlah warga yang terpapar Covid-19 masih fluktuatif, angkanya cenderung bertambah. Untuk itu, warga diminta tetap waspada dan disiplin terhadap protokol kesehatan dalam setiap aktifitas. (san/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here