AMBRUK: Jembatan yang berlokasi di Desa Cijunti Kecamatan Campaka ambruk dan menewaskan seorang warga. Diduga akibat tanah yang labil dan karena tergerus air yang deras.

1 Tewas Tertimbun, 3 Selamat

PURWAKARTA– Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika akan segera mengambil langkah cepat menangani jembatan ambruk berlokasi di Desa Cijunti Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.
Anne mengatakan dua jembatan lain kondisinya sudah tidak layak digunakan. Pihaknya memutuskan akan menutup dua jembatan itu, sehingga tidak ada masyarakat yang melintas. “Kami akan meminta bantuan ke pusat untuk membangun jembatan jembatan baru, karena jembatan ini sudah tidak layak dipakai kembali dan harus buat yang baru. Sementara, sekarang kami akan tutup jembatan yang ini,” ujar dia.
Anne mengaku, pihaknya telah menutup akses jalan tersebut sebelum insiden ini terjadi, karena ada pengerjaan penahanan pada jembatan.
“Ambruknya jembatan ini tentu di luar dugaan kita bersama,” kata Anne.
Diketahui, terdapat empat warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Tiga korban selamat, sementara satu korban lain meninggal dunia karena tertimbun. Korban tertimbun material jembatan bernama Rohayati (44)  warga Cihambulu, Kabupaten Subang.
“Saya mewakili warga Purwakarta turut berbela sungkawa atas meninggalnya ibu Rohayati,” ujar Anne.
Robohnya jembatan penghubung antar kecamatan di Purwakarta itu diduga akibat terjangan air sungai yang deras karena sebelumnya diguyur hujan.
“Menurut informasi sementara sekitar enam warga yang menjadi korban, empat orang di antaranya berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Iyus Permana.
Ia menilai robohnya jembatan tersebut kemungkinan karena debit air besar yang kemudian menerjang jembatan itu.
“Jembatan itu termasuk vital karena menjadi penghubung antara Kecamatan Campaka dan Bungursari,” kata Iyus. Jembatan tersebut telah dibangun sejak lama dan rencananya dilakukan perbaikan tahun ini. Saat ini prosesnya masih tahap lelang.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono mengatakan, ambruknya jembatan tersebut diduga akibat kontur tanah labil setelah hujan deras sejak beberapa hari terakhir. “Setelah kami mendapat laporan, dugaan sementara karena tanah labil,” ungkap dia.
Ia mengatakan, Pemkab Purwakarta telah menutup jalan karena di sekitar lokasi ada perbaikan jalan. Jembatan yang ambruk juga termasuk jalan yang akan diperbaiki. “Kita sudah berhasil evakuasi tiga orang termasuk anak-anak, dua luka berat dan satu luka ringan sudah dievakuasi ke rumah sakit. Sementara satu korban tertimbun,” kata Wibi. Tim akan merobohkan puing jembatan yang masih berdiri. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan korban jiwa karena puing jembatan masih rawan ambruk. (san/shn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here