OPERASI PASAR: Suasana pasar murah bawang putih di Pasar Leuwipanjang Purwakarta.

*** 5 Ton dari 7 Ton Bawang Putih Tak Terjual
PURWAKARTA-Sebagai bagian dari upaya stabilisasi daya beli masyarakat untuk komoditas bawang putih. Pemkab Purwakarta, menggelar operasi pasar murah (OPM) di sejumlah pasar tradisional di wilayah tersebut.
Hanya saja OPM itu dinilai kurang berhasil karena hanya 2 ton dari 7 ton bawang putih yang terjual.
Diketahui, sejak akhir tahun hingga saat ini harga bawang putih mengalami kenaikan yang tak wajar.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUPP) Purwakarta, Karliati Djuanda menuturkan, dalam operasi pasar murah ini pihaknya melibatkan Satgas Pangan Provinsi, termasuk dari jajaran Polda Jabar.
Mengingat, saat ini harga bawang putih sudah tak terkendali. Bahkan, beberapa pekan lalu harganya tak bisa ditolelir atau melebihi puncak tertinggi penjualan, yakni Rp 60 ribu perkilogram.
“Saat ini harganya memang berangsur turun. Hari ini terpantau di kisaran Rp 45 ribu per kilogramnya. Padahal kemarin masih di Rp 40 ribu. Dengan kata lain, harganya masih belum stabil atau fluktuasi,” ujar Karliati di lokasi OPM, Pasar Leuwipanjang Purwakarta, akhir pekan lalu.
Karliati menjelaskan, harga bawang putih ini memang cenderung masih mahal. Karena, harga normalnya hanya dibandrol Rp 20 ribu per kilogramnya. Kalau pun naik, itu harganya tak melebihi Rp 28 ribu perkilogramnya.
“OPM ini upaya kami menyetabilkan daya beli masyarakat. Jangan sampai, masyarakat dirugikan akibat harga bawang yang mahal ini,” katanya.
Dalam OPM ini, sambung dia, bawang putih yang disiapkan sebanyak tujuh ton. Untuk kegiatan OPM sendiri, digelar di tiga pasar tradisional di wilayahnya. Masing – masing, Pasar Citeko, Wanayasa dan Leuwi panjang. Adapun bawang putih yang dijual di OPM ini, merupakan stok atau bantuan dari Provinsi.
“Untuk harganya, kami jual Rp 28 ribu per kilogram. Siapa saja boleh beli, minimalnya satu kilogram. OPM ini digelar selama 2 hari kedepan,” tambah dia.
Karliati menambahkan, sampai saat ini pihaknya terus memantau pergerakan harga bawang putih ini, karena dikhawatirkan terus tak terkendali. Dalam hal ini, pihaknya turut melibatkan Disperindag Jawa Barat beserta Satgas Pangan Provinsi.
Sementara itu, personel Satgas dari Polda Jabar, Siti Hamidah menambahkan, untuk di Jawa Barat kegiatan OPM ini telah digelar di beberapa kabupaten/kota. Di antaranya, Cimahi, Cianjur dan Purwakarta. Kegiatan ini, merupakan bagian dari antisipasi bagaimana supaya harga kebutuhan pokok masyarakat bisa tetap stabil.
“Untuk kebutuhan OPM di Jabar, ada 22 ton bawang putih yang disiapkan,” ujarnya.(san/shn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here