KEBAKARAN: Para petugas Damkar saat berjibau melakukan pemadaman kebakarran pabrik alaastik PT Putra Naga Indotama.

PURWAKARTA– Jelang tengah malam kebajaran hebat meluluh lantakan PT Putra Naga Indotama di Desa Campaka, Kecamatan Campaka, Kabupaten Karawang, pada Selasa malam (11/5/2020) kurang lebih pukul 23.45 WIB.
Menurut berbagai sumber yang berhasil, bangunan tersebut merupakan gudang milik perusahaan yang bergerak di bidang jenis produksi perpelastikan, sementara perusahaan tersebut dalam keadaan tidak ada kegiatan produksialias sedang tidak beraktivitas.
“Pegawai pabrik ketika itu sedang istirahat malam, semua barang yang ada didalam gudang pabrik itu terlihat habis terbakar. Bahan yang terbakar plastik produksi, jadi membuat kobaran api semakin cepat membesar dan merambat,” ujar Cucu, warga sekitar.
Besarnya api membuat petugas Damkar nampak mengalami kesulitan menjinakan api, ditambah bantuan Damkar yang lain dalam perjalanan terhambat oleh salah satu angkutan pengangkut alat berat.
Sementara dilokasi lokasi kejadian aparat kepolisian berjaga-jaga sambil mengatur warga yang melihat agar jangan mendekat dan melonggarkan lintasan Damkar agar bisa mudah menuju sasaran sumber kebakaran.
Sementara terjadinya kebakaran diduga akibat konsleting hubungan arus pendek listrik. Dan kerugian akibat kebakaran tersebut belum bisa ditaksir.
“Dugaan sementara, kebakaran pabrik plastik tersebut karena korsleting listrik,” imbuh Cucu salah seorang warga. 
Sementara belum  diketahui secara pasti kebakaran tersebut memakan korban jiwa atau tidak, namun yang pasti dua orang karyawan mengalami luka-luka bakar di bagian tangan.
Kedua karyawan yang mengalami luka bakar di tangan tersebut, lalu dilarikan ke rumah sakit bhakti husada yang ada didepan pabrik terjadinya kebakaran itu.
“Kejadiannya sekitar pukul 00.00 WIB dini hari, awalnya ada ledakan yang sangat keras. Kemudian api membungbung tinggi, disertai dengan asap tebal,” ujar Tatang warga sekitar yang melihat secara langsung kebakaran dari dekat.
Tidak berapa lama kemudian datang dua mobil pemadam kebakaran disertai satu mobil ambulan, kedua mobil kebakaran berusaha menjinakan si jago merah yang terus menari-nari melahap setiap bangunan pabrik tersebut.
“Korban yang mengalami luka bakar di bagian tangan yaitu Firman dan Heryanto, keduanya merupakan karyawan pabrik yang terbakar,” tambah Tatang memberitahukan nama kedua korban.
Saat KBE masuk ke area pabrik, tampak di dalam dua mobil pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan lautan api yang melahap setiap bangunan. Tampak juga satu mobil ambulan di area pabrik, untuk mengevakuasi bila ada korban.
Sekitar pukul 01.30 WIB api mulai bisa dijinakkan pemadam, walaupun belum padam seutuhnya. (san/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here