Soal Komitmen dan Program yang Masih Belum Terlihat

PURWAKARTA – Sudah hampir dua minggu yang lalu terjadi pergantian kepemimpinan di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta. 
Kini Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta dijabat oleh H. Munawir, M.Ag menggantikan H. Tedi Ahmad Junaedi yang pindah ke Kemenag Kota Bandung.
Dengan pergantian Kepemimpinan di Kemanag Kabupaten Purwakarta, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purwakarta memperingatkan Kepala Kementerian Agama Purwakarta yang baru, H Munawir soal komitmen sinergitas dan program-program Kemenag yang masih belum terlihat.
Wakil Ketua I PCNU Purwakarta, Dindin Ibrahim, memperingatkan H Munawir terkait sikap keagamaan moderat yang tak dimunculkan dan tak diperjuangkan menjadi kesadaran kolektif, sebab secara historis dan kultural Depag dengan NU dua lembaga yang saling berkaitan.
“Kami sudah lama menjadi partner Kemanag dalam mengawal ragam persoalan bangsa, seperti agama, pendidikan, sosial, budaya, dan lainnya. Jadi, sinergitas antara kedua lembaga ini jangan sampai terganggu oleh ego sektoral dari individu atau pihak manapun,” ungkap Dindin, pada Rabu (6/1/2021).
Secara pribadi maupun kelembagaan,  Dindinbmeminta kepada Kepala Kemenag Purwakarta yang baru untuk tidak menurunkan semangat sinergitas yang telah terbangun dan merusak lantaran ego dan penyakit superioritas syndrome.
“Kami (PCNU Purwakarta.red) baik dengan atau tanpa Kemenag selalu konsisten dalam mendakwahkan Islam yang Washatiyyah di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dindin meingatkan jangan sampai PCNU Purwakarta bersemangat menggelorakan hal tersebut, tapi kemenag sebagai lembaga negara, justru malah turun semangatnya dalam membangun sinergisitas dengan lembaga lembaga organisasi keagamaan di Purwakarta.
“Terlebih justru di dalamnya masih terdapat individu-individu yang cendrung pro HTI atau khilafah, masih misalnya juga. Kalau terjadi demikian,  maka kami PCNU akan menjadi garda terdepan dalam melawan anasir-anasir tersebut,” tegas Dindin.
Senada diungkapkan Sekretaris GP Ansor Purwakarta, Wahyudin, yang berharap pergantian kepemimpinan di tubuh Kemenag Purwakarta bisa kembali sinergi dengan Nahdliyin.
GP Ansor, tamabah dia, perlu mengawal Kemenag guna memastikan kebijakan yang diturunkan dari Kemenag RI.
“Saya ingatkan ke Kemenag baru untuk bersihkan lembaganya dari individu-individu yang pro HTI/khilafah. Tapi, berharap tak ada yang seperti itu,” Tutur Wahyudin.
Terpisah, Ketua PC ISNU Purwakarta, Ahmad Sya’roni mengatakan sinergitas antara Kemenag Purwakarta dan Nahdliyin di Purwakarta sudah berjalan baik pada masa kepemimpinan yang lalu.  “Kami berharap sinergitas ini tetap terjaga dan tidak kendor,” ucap Ahmad Sya’roni.
Ia menyebutkan banyak pekerjaan rumah Kemenag Purwakarta yang perlu dilakukan, seperti masih adanya indikasi pegawai di Kemenag tidak memahami semangat moderasi beragama bahkan cenderung pro pada gerakan agama radikal.
Hal kedua, kata dia, ialah sinergitas kelembagaan yang perlu ditingkatkan bersama Ormas keagamaan dalam mengawal semangat moderasi agama.
“Implementasi UU Pesantren yang sampai sekarang belum terlihat padahal hampir tiga tahun diundangkan. Lalu, adanya tuduhan praktek pungli di bidang tertentu yang mungkin bisa meruntuhkan semangat sinergitas. Dan, kurang hadirnua Kemenag dalam masalah-masalah keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan di Purwakarta,” pungkasnya. (san/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here