RUSAK: Kompenen patung Sri Baduga yang rusak fungsi untuk menggerakkan tirai air. Saat ini tidak berfungsi normal dan dampaknya tirai airnya tak bisa menari lagi.

*** Sudah Dievaluasi dan Disetujui Pemkab
PURWAKARTA– Pemkab Purwakarta mencanangkan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan Taman Air Mancur Sri Baduga berlokasi di Situ Buleud.
Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum pada Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kabupaten Purwakarta menyebut, biaya perawatan sebetulnya diusulkan Rp 20 miliar, namun dievaluasi menjadi Rp 3 miliar.
“Biaya tersebut meliputi perbaikan taman seperti pipa dan perbaikan alat yang rusak. Tidak ada penambahan dan program yang dirubah,” ungkapnya kepada pers, Selasa (10/3/2020).
Perbaikan Taman Air Mancur Sri Baduga belum lakukan dan masih dalam tahap perencaan akan dilelangkan terlebih dahulu.
“Perencanaan dulu, baru proses lelang setelah itu pelaksanaannya,” kata Kosasih. Kosasih berkomitmen, Perbaikan akan dipercepat sebelum gelaran hari jadi Purwakarta.
“Sebelum hari jadi sudah harus beres, kisaran bulan Juni mendatang,” ujar dia.
Sementara Sekretaris Disporaparbud, Heri Anwar menyebut, tidak beroperasinya Taman Air Mancur Sri Baduga berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan, dan juga berdampak pada kegiatan usaha di sekitar Taman Air Mancur Sri Baduga.
“Ketika dioperasikannya Taman Air Mancur Sri Baduga mampu mendatangkan 60-70 ribu pengunjung setiap minggunya, sekarang tidak beroperasi jelas sangat berdampak,” ungkapnya. Meski begitu, keberadaan Taman Air Mancur Welas Asih di Tajug Gede Cilodong bisa menjadi alternatif wisatawan menonton pertunjukan air menari-menari tersebut.   
Sebelumnya, Taman air mancur Sri Baduga mengalami kerusakan. Pasalnya, sejak lima tahun terakhir dibangun fasilitas publik itu belum sekalipun direvitalisasi. Sedangkan, hampir setiap pekan, fasilitas tersebut dioperasikan untuk menghibur masyarakat secara gratis.
Salah satu kerusakannya, seperti terlihat pada bangku penonton yang terdapat di sekeliling Situ Buleud itu. Banyak bangku yang kondisinya patah. Bahkan, yang masih bagus juga kelihatannya rapuh dimakan usia.
Kerusakan komponen ini terjadi di zona satu elektrikal yang memakai kabel fiber optik. Serta, zona empat yang meliputi mesin pompa air.
Adapun, kompenen tersebut fungsinya untuk menggerakkan tirai air. Namun, karena saat ini tidak berfungsi normal, dampaknya tirai airnya tak bisa menari lagi.
Selain itu, kerusakan juga terjadi di pipa saluran air karena faktor korosi. Menurut dia, jika seluruh kerusakan ini dibiarkan, khawatir malah tambah parah. Karena, dipastikan pipa tersebut tak akan kuat menahan tekanan air.
Secara teknis pemeliharaan Taman Sri Baduga ini dilakukan oleh lintas instansi. Adapun untuk perbaikan sendiri, leading sektornya ada di Dinas Tata Ruang dan Pemukiman. Sedangkan instansinya, hanya selaku operatornya saja. (san/shn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here