PSBB KE DESA: Bupati Anne mengambil kebijakan melanjutkan PSBB di Kabupaten Purwakarta dengan masuk ke desa-desa.

Pemkab Baru Mau Gencarkan Rapid Test  

PURWAKARTA– Meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Purwakarta tidak akan diperpanjang, namun Pemkab setempat akan menerapkan pembatasan hingga ke wilayah terkecil di desa atau kelurahan dimana terdapat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu seperti diungkapkan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika usai mengikuti video conference bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil pada (17/5/2020) kemarin, sebagai tindak lanjut akan segera berakhirnya masa PSBB.
“Kami memutuskan PSBB di Purwakarta tak diperpanjang, tapi kami ambil langkah dengan pembatasan-pembatasan pada wilayah yang terkecil, yaitu kelurahan dan desa dimana terdapat positif Covid-19,” kata Anne di Gedung Bakorwil, Senin (18/5/2020). Saat ini, lanjut Anne, dari 21 orang positif Covid-19, 16 orang di antaranya berdomisili di Kecamatan Purwakarta. Untuk itu, bagi kecamatan tersebut maka pembatasan tetap diberlakukan.
“Pembatasan-pembatasan pada wilayah terkecil nantinya bakal terus dievaluasi kelurahan mana saja yang terkonfirmasi dan sisanya lima pasien lainnya dari kecamatan mana saja untuk diberlakukan pembatasan lebih ketat,” jelasnya.
Segera berakhirnya PSBB di Purwakarta seiring berakhirnya juga masa berlakunya PSBB di Jabar.
Anne menyebutkan, jika hasil evaluasinya, Kabupaten Purwakarta masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Barat bersama 13 kabupaten/kota lainnya.
“Dari Dinas Kesehatan Purwakarta catatan peningkatan kasus terkonfirmasi positif selama PSBB stagnan dan dua orang positif tambahan dua hari lalu berasal dari swab dua minggu sebelum PSBB, sehingga terjadi keterlambatan hasil swab dari Labkesda Jabar yang mengeluarkan hasilnya pada pertengahan PSBB,” terangnya.
Menindaklanjuti hal itu, Anne juga mengaku telah berkomunikasi dengan Dinkes Jabar terkait adanya penambahan dua orang terkonfirmasi positif hasil swab sebelum diberlakukannya PSBB.
Ditambahkan, Pemkab akan gelar rapid test massal sebagai bentuk jemput bola mendeteksi penyebaran Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) ini.
Bukan hanya menyasar pihak-pihak yang kontak langsung dengan pasien positif, rapid test massal ini dilakukan secara acak ke pusat-pusat keramaian.
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan ada pihaknya telah beberapa kali melakukan rapid test massal denfan sampel acak di keramaian. Rencananya masih ada tiga tempat pusat keramaian lagi yang akan dites sepetti pasar tradisional.
“Nanti ada tiga lagi tempat kita rapid test massal salah satunya nanti di pasar rebo kita memyisir pembeli,” kata Anne, Senin (18/5).
Menurutnya rapid test memang tidak menjadi patokan positif Covid-19. Karenanya setelah dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif maka yang bersangkutan akan menjalanintes swab untuk memastikan.
Sementara itu, data hari ke 12 pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Purwakarta, perkembangan warga yang terpapar Covid-19, khususnya warga dengan status Orang Dalam Pemantaun (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan yang signifikan.
Sebanyak 41 orang dalam pemantauan (ODP), 21 pasien dalam pengawasan (PDP), serta untuk warga yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Purwakarta jumlahnya masih tetap 21 orang, sama seperti hari sebelumnya. (san/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here