Ternak Domba, Gani Raup Puluhan Juta Rupiah

0

PURWAKARTA – Sukses menjadi peternak domba seperti saat ini, banyak tantangan dan ujian yang di Gani Mahnida peternak domba asal Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Meski awalnya sempat memiliki keraguan, namun tidak pantang menyerah dan kerja keras setidaknya menjadi bekal utama dalam mengembangkan usahanya. Pria berusia 31 tahun itu saat ini memiliki peternakan domba di Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Pemuda ini, justru telah membuktikan bahwa beternak bisa jauh lebih menguntungkan ketimbang menjadi buruh atau pekerja di pabrik. Generasi muda kota, termasuk kaum milenialnya, mungkin tidak terlalu mengangap penting bisnis peternakan seperti ini.
Bisnis bersih dengan menggunakan gadget dan peranti teknologis lainnya tentu jauh lebih menarik daripada memelihara domba, misalnya.
Namun, sektor peternakan sebenarnya memiliki prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik. Sayangnya, sampai saat ini sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa berernak tidak cukup menguntungkan secara ekonomi.
Peternakan kandang milik Gani berada di sejumlah wilayah karena kapasitas kandang tak jauh dari rumahnya tak mampu menampung seluruh domba miliknya sebanyak 60 ekor.
“Di kandang dekat rumah 15 ekor, 18 ekor di kandang dekat rumah mertua saya, sementara sisanya berada di kandang sesama peternak. Total sekitar 60 ekor,” ujar Gani saat ditemui di Purwakarta, Senin (15/3/2021).
Dirinya bercerita, sebelum memiliki puluhan ekor domba awalnya hanya memiliki dua ekor yang dibeli dari uang hasil menabung. Dua ekor domba itu kemudian dititipkan di saudara karena pada waktu itu tak memiliki modal untuk membuat kandang sendiri.
“Sejak memiliki dua ekor itu kemudian saya banyak belajar kepada sesama para peternak, bagaimana caranya ternak domba agar cepat berkembang. Terkadang sering juga ke pasar peternakan untuk menambah ilmu,” ungkap Gani.
Setelah itu, lanjut dia mengetahui menambah ekor domba dengan sistem penggemukan, yang arahannya untuk menyediakan pemenuhan ketersediaan stok di pasar atau perorangan untuk acara keagamaan.
“Jadi saya beli kemudian saya jual kembali tiga bulan kemudian setelah penggemukan. Saya terjun ke usaha peternakan dari 2018,” tutur sarjana pertanian lulusan di salah satu universitas di Bandung itu.
Adapun omzet hasil dari usahanya itu, kata Gani, sekitar Rp20 juta perbulan, omzet itu dapat bertambah dua kali lipat menjelang lebaran idul adha. “Sehari-hari juga ada, tapi konsumen tidak sebanyak menjelang idul adha yang bisa meraup untung lebih besar,” jelas Gani.
Untuk merangsang kaum milenial terjun ke dunia ternak, Gani menginisiasi mendirikan kelompok ternak domba yang dinamai Wahana Ternak Jaya.
Gani berharap langkahnya ini bisa turut memotivasi para pemuda lain untuk beternak seperti dirinya. Dengan banyaknya peternak, Gani beranggapan bisa memajukan sektor peternakan dan menggerakkan perekonomian daerah
“Wahana Ternak Jaya ini sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu, termasuk saling membantu dalam hal penjualan,” pungkasnya. (san/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here