Tunda Kehamilan, Warga Pilih Suntik KB Dibanding Kondom

0

PURWAKARTA – Sebagian besar akseptor keluarga berencana (KB) di Kabupaten Purwakarta lebih memilih menggunakan metode kontrasepsi suntik dibandingkan menggunakan kondom atau metode kontrasepsi lainnya guna menunda kehamilan.

Kepala Bidang Keluarga Berencana (Kabid KB) pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta Idi Junaedi mengatakan, sepanjang tahun 2021 ada sebanyak 87.047 warga di Kabupaten Purwakarta yang menggunakan alat kontrasepsi suntik.

Sedangkan pengguna implan, sambung dia, ada sebanyak 18.881 orang, untuk alat kontrasepsi Pil ada sebanyak, 46.731 orang. Sementara, pengguna alat kontrasepsi kondom ada sebanyak 5.123 orang.

“Ada sebanyak 5.790 masyarakat Purwakarta yang mengikuti program KB mantap seperti MOP dan MOW. Sedangkan untuk pengguna IUD ada sebanyak 22.917 orang,” katanya.

Ia menyebut, dari total 229.476 pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Purwakarta, mayoritas masih meminati alat kontrasepsi suntik. “Banyak dari PUS di Kabupaten Purwakarta lebih memilih KB suntik dikarenakan merasa cocok. Jika dilihat penggunaan KB suntik memberikan efek yang lebih baik daripada penggunaan KB pil,” ungkapnya.

“Pasalnya jika KB suntik hanya dilakukan beberapa kali, sedangkan untuk KB pil penggunaannya lebih sering atau hampir rutin setiap hari dan terkadang sering lupa untuk meminum pil KB, jadi masyarakat banyak yang memilih KB suntik,” imbuhnya.

Sedangkan untuk IUD dan implant, kata dia, masih sering digunakan lantaran ada beberapa pengguna mengalami trauma dalam pemasangannya. “Jadi untuk alat kontrasepsi yang diminati masyarakat Purwakarta saat ini yakni KB suntik,” ungkapnya.

Idi menjelaskan, memilih alat kontrasepsi merupakan keputusan yang sangat bijak bagi sebuah keluarga untuk merencanakan kelahiran untuk anak-anaknya. Dengan merencanakan kelahiran, secara tidak langsung seseorang akan meningkatkan kondisi kesehatan keluarga. (san/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here