AKSI PROTES : Warga Kampung Cipetir, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta kembali tutup akses jalan tersebut.

Dampak Ratusan Truk Muatan Batu Hilir Mudik

PURWAKRATA – Jalan sering dilalui truk bermuatan batu dan rusak tak kunjung diperbaiki. Warga Kampung Cipetir, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta kembali tutup akses jalan tersebut.
Aktivitas perusahaan batu diwilayah tersebut sudah berjalan sekitar 30 tahun. Selama itu pula, warga khususnya Kampung Cipetir merasa terganggu dengan hilir mudiknya truk pengangkut batu. Diperparah jala rusak mengakibatkan kecelakaan bagi warga setempat maupun pengguna jalan lainnya.
“Sudah puluhan tahun kami terganggu bahkan rusaknya jalan sudah memakan korban akibat kecelakaan. Namun pihak perusahaan tidak mau tahu, dan hanya janji-janji saja, tapi hingga hari ini jalan tidak juga diperbaiki,” ujar Aas Sopiah, salah satu warga Kampung Cipetir, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered.
Menurut Aas, aksi penutupan jalan yang merupakan akses menuju sejumlah perusahaan tambang batu itu. Rencanannya akan berlangsung hingga tiga hari kedepan sampai pihak perusahaan mengabulkan permintaan warga terkait perbaikan jalan.
“Pokonya kami ingin jalan di cor. Kalau cuma tambal sulam saja percuma, turun hujan jadi becek dan ada kubangan, kalau tidak hujan jalan berdebu. Kaca-kaca warga disini banyak yang pecah akibat batu yang terlempar saat truk lewat, kami sudah bosan perbaiki kaca rumah kami, besoknya pecah lagi,” ungkapnya.
Sementara, Joni, salah satu karang taruna setempat menambahkan, setiap harinya truk pengangkut batu yang melintasi jalan tersebut berkisar 300- hingga 500 truk. Selama ini, bantuan perbaikan jalan dari perusahaan hanya ala kadarnya dan itu pun direspon perusahaan jika sebelumnya warga mengusulkan perbaikan atau menggelar aksi protes .
Rencananya, warga dan perusahaan akan dipertemukan untuk mencapai kesepakatan atau solusi dari permasalahan dimaksud. Namun warga pesimis, mediasi tersebut tidak akan berbuntut manis seperti yang sudah sering terjadi.
“Hari ini ada mediasi dengan perusahaan di kantor kecamatan. Tapi sebenarnya warga sudah bosan dengan mediasi, kami ingin solusi, kami tidak ingin yang macam- macam, kami hanya ingin jalan kami diperbaiki, di cor. Itu saja,” pungkasnya. (san/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here