SUBANG-  Pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban tidak hanya kabar baik pembangunan untuk Kabupaten Subang dan sekitarnya. Tapi juga ada beberapa dampak buruknya.

Dan Kepala Dinas Perikanan Subang Rahmat Efendi menyampaikan kegelisahannya terkait dampak negatif keberadaan Pelabuhan Patimban Subang

Rahmat menyampaikan salah satu dampak negatif dari hadirnya Pelabuhan Internasional Patimban adalah nasib nelayan yang sudah menjadi mata pencaharian tahunan warga setempat.

 Dengan adanya, Pelabuhan Patimban itu, kata Rahmat akan berdampak pada areal tangkapan ikan yang berdampak pada ekonomi warga setempat. “Dengan berdirinya pelabuhan patimban berdampak negatif terhadap nelayan karena terganggu areal tangkapannya, yang menjadi kendala adalah sarana kapal yang dimiliki oleh nelayan itu sendiri,” kata dia.
Masalah ini disampaikan Rahmat saat Anggota DPR RI Sutrisno melakukan reses dengan bertemu Bupati yang didampingi sejumlah Kepala OPD di Rumah Dinas Bupati. Sutrisno mencatat yang menjadi keluhan Kepala Dinas Perikanan sebagai bahan untuk disampaikan kepada Forum DPR dan atau Pemerintah terkait.

Dalam sambutannya H. Sutrisno menegaskan, dibanding dua daerah Pemilihan lainnya, yakni Sumedang dan Majalengka, Kabupaten Subang satu-satunya Kabupaten yang memiliki laut.

Dengan demikian, kata Sutrisno, Subang mempunyai peluang besar menerima bantuan kelautan dan perikanan dari Pemerintah Pusat. “Sebagai anggota komisi 4, saya mempunyai jatah bantuan berupa alat-alat pertanian dan lain sesuai ruang lingkup bidang komisi 4,” kata Sutrisno.
Usai melakukan pertemuan dengan petinggi Subang, Sutrisno melanjutkan agenda reses dengan menemui konstituennya dan nelayan. (bbs/red)

A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here