Arlyza Eka Wijayanti, SVP Transformasi Bisnis Pupuk Kujang

Dukung Pemodalan, Pendampingan hingga Akses Pasar

Pupuk Kujang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Hasil panen berbagai komoditas tanaman terus ditingkatkan, termasuk tebu. Kali ini, Pupuk Kujang siap membantu para petani tebu lebih meningkatkan produktivitas mereka melalui program Makmur. 

PROGRAM Makmur diperkenalkan Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021. Program tersebut dijalankan Pupuk Indonesia dan seluruh anak perusahaannya, termasuk Pupuk Kujang.  Tidak hanya Pupuk Indonesia group, saat ini program Makmur melibatkan juga BUMN terkait lainnya antara lain PT RNI, Bank Himbara, Asuransi. Melalui Program Makmur, petani didampingi secara menyeluruh dan intensif, mulai dari akses permodalan, pendampingan budidaya, asuransi, hingga pembelian hasil panen.

Melalui Program Makmur, petani didampingi secara menyeluruh dan intensif, mulai dari akses permodalan, pendampingan budidaya, asuransi, hingga pembelian hasil panen.
Untuk menyokong rencana tersebut, Pupuk Kujang memperkuat sinergi dengan PT PG Rajawali II demi meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu para petani. 

PG Rajawali II merupakan anak perusahaan Rajawali Nasional Indonesia (RNI), suatu perusahaan BUMN di klaster pangan. Rajawali II mempunyai pabrik gula yang siap mengolah tebu petani. 

“Melalui program Makmur, kami upayakan produktivitas dan keuntungan petani bisa meningkat. Untuk mencapai hal itu, kita fasilitasi petani untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam budidaya, termasuk di dalamnya pupuk, pestisida, kerjasama pendanaan dengan perbankan, kerjasama offtaker, dan pendampingan dari hulu ke hilir,” kata Arlyza Eka Wijayanti, SVP Transformasi Bisnis Pupuk Kujang saat FGD bersama petani tebu di Cirebon, Kamis (11/11/2021).

Faura Deviyanti dari Bank Jabar Banten menuturkan, pihaknya siap membantu permodalan petani untuk biaya tanam. Tidak hanya itu, petani tebu peserta program Makmur akan dilindungi oleh asuransi.

“Selaku anggota Bank Himbara, kami siap mendukung petani tebu yang ikut program Makmur,” kata Faura.

Sementara itu, PT PG Rajawali II turut mendukung program Makmur. Dalam ekosistem program Makmur petani gula, PG Rajawali II siap menjadi offtaker petani tebu dan mengolah tebu petani di pabrik gula PG Rajawali II. 

“Kami siap bersinergi untuk membantu petani tebu demi meningkatkan produktivitas gula nasional,” kata Ardian Wijanarko, Dirut PT PG Rajawali II. 

Untuk mewujudkan hal itu, Pupuk Kujang telah membuat pupuk NPK khusus tebu dengan kandungan yang lengkap. Saat ini, sejumlah petani tebu mulai menggunakan pupuk premium tersebut. 

Giar (42) dari Perkumpulan Petani Tebu Rakyat Indonesia (PPTRI) menuturkan telah menggunakan pupuk NPK Tebu Kujang. Menurur Giar, pupuk tersebut berdampak positif pada tebu yang ia tanam. 

“Menggunakan pupuk NPK tebu, tebu di ladang kami tumbuh lebih cepat. Tanaman tumbuh lebih tinggi daripada saat menggunakan pupuk subsidi,” kata Giar. 

Dengan pupuk tersebut, diharapkan petani tebu dan industri gula bisa berjaya seperti pada abad 19. 
Pada masa VOC dan kolonial Belanda, Pulau Jawa dikenal sebagai salah satu produsen gula terbesar di dunia. Bahkan nilai ekspornya dikenal tinggi. 

Melalui program Makmur, diharapkan kejayaan petani tebu dan industri gula dalam negeri semakin berkembang. (wyd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here