BAKSOS DI LAUT: Polairud Karawang, dipimpin AKP Z. Sitorus, berbagi sembako di tengah laut.

Saat Polair Bagi-bagi Sembako di Tengah Laut

Pandemi Virus Korona (Covid-19) di Karawang, mulai berdampak pada sektor pendapatan nelayan di pesisir. Akibat sejumlah kota besar menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Harga ikan dan rajungan jadi anjlok. Bahkan, harganya turun sampai lebih dari 50 persen.

WAHYUDI Karawang

Antisipasi kesulitan ekonomi yang akan dialami para nelayan. Jajaran Satpolairud Polres Karawang, menghampiri perahu-perahu nelayan di tengah laut. Selain memberikan sosialisasi tentang Covid-19, anggota Polisi Air (Polair) Karawang juga bagikan paket sembako pada nelayan.
Kasat Polairud Polres Karawang, AKP. Zulkifli Sitorus mengatakan, pihaknya membagikan 30 paket sembako, yang dibagikan pada nelayan di tengah laut.
“Bantuan ini diharapkan mampu mengurangi beban nelayan, di tengah Pandemi Covid-19 di Karawang,” ujar Sitorus, Rabu, (22/4).
Sitorus mengatakan, akibat wabah Covid-19. Banyak nelayan yang mengalami kesulitan ekonomi. Pasalnya, pendapatan mereka menurun. Hasil tangkapan pun terpaksa di jual murah, karena jumlah permintaan sedikit.
“Dalam rangka Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19. Banyak nelayan Karawang terdampak musibah ini,” ungkapnya.
Selain di tengah laut, kata Sitorus, pihaknya juga turun ke rumah warga secara door to door. Target sasaran pembagian paket sembako itu, adalah kepada keluarga nelayan miskin yang membutuhkan bantuan pangan.
“Mudah-mudahan bantuan sembako ini bisa meringankan beban keluarga nelayan di pesisir Karawang,” harapnya.
Salah satu nelayan yang menerima bantuan, Sobri mengatakan, paket sembako yang ia terima sangat bermanfaat. Terlebih, sebentar lagi mulai memasuki bulan ramadhan.
“Alhamdulillah, ini bisa untuk bekal puasa ramadhan,” ujar nelayan asal Pantai Pasir Putih itu.
Nelayan lain, Yanto mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 para nelayan tercekik. Karena harga rajungan terus menurun setiap hari. Bahkan, kata dia, beberapa hari ke depan rajungan terancam tak laku di pasar.
“Ya karena tidak ada yang pesan. Sepertinya kita akan stop dulu cari rajungan di bulan puasa nanti,” ujarnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here