BERTAHUN-TAHUN JALAN CIKALONG-MUARABARU RUSAK PEMKAB SERING “PHP”

0
5

KARAWANG- Berkali-kali dijanjikan sefera diperbaiki. Berkali-kali juga perbaikan jalan utama Desa Muaranaru, Kecamatan Cilamaya Wetan yang sudah rusah parah batal. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menjanjikan lagi segera membenahinya Agustus mendatang. Warga setempat berharap tak dikecewakan untuk yang kesekian kali.
Jalan sepanjang 800 meter yang sudah rusak parah ini menjadi akses utama warga Desa Muara Baru beraktivitas setiap hari. UPTD PUPR wilayah lll Karawang yang berkali-kali menjanjikan perbaikan jalan bahkan mengakui sempat mencoret jalan Desa Muara Baru dari daftar titik jalan yang akan dibenahi tahun ini. Namun, lantaran desakan perbaikan jalan terus dipinta warga setempat, DPUPR menjanjikan lagi akan tetap memperbaikinya di bulan Agustus mendatang.
Kepala Pelaksana Pembangunan UPTD PUPR wilayah lll Karawang, Ujang mengatakan, perbaikan jalan Rawagempol Wetan-Muarabaru awalnya bakal direalisasi bulan April 2020. Namun, lantaran situasi pandemi, realisasi itu harus diundur lagi ke bulan Juni 2020.
“Ya karena covid itu, jadi berubah terus waktunya. Tapi bulan Agustus ini sudah pasti,” kata Ujang, saat diwawancara KBE, Senin, (29/6) via saluran telepon.

Ujang mengatakan, jalan utama di Desa Mauarabaru yang rusak, saat ini, sepanjang 800 meter. “Ya dipastikan bisa di bangun tahun ini,” singkatnya.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Muarabaru, Ato Sukanto berharap, Dinas PUPR tidak lagi mengulang janji–memberikan harapan palsu pada masyarakat Desa Muarabaru.

Pasalnya, kata Ato, jalan tersebut sudah terlalu banyak memakan korban. Terlebih saat musim hujan. Kondisi jalan jadi becek, berlumpur, dan banyak genangan air yang dalam.

“Ya harapannya jangan sampai di coret, mudah-mudahan bisa di bangun tahun ini. Soalnya itu kebutuhan masyarakat yang sangat prioritas,” ujar Ato.

“Kalau boleh dibangun pakai Dana Desa mah dari dulu juga sudah kami kerjakan. Tapi ini kan jalan kabupaten,” timpalnya.

Sekdes Muarabaru, Defri Ardian menjelaskan, infrastruktur Desa Muarabaru memang yang paling tertinggal dari desa-desa lain di Kecamatan Cilamaya Wetan. Jika di presentase, kata dia, masih belum menyentuh 50 persen.

“Masih jauh pak untuk infrastruktur. Makanya, Dana Desa Muarabaru benar-benar seluruh ya untuk kejar ketertinggalan infrastruktur,” ujarnya.

“Tapi karena pandemi ini, sebagian besar untuk BLT dulu, jadi ya cukup terganggu,” pungkasnya. (wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here