BERSEJARAH: Masjid Besar Asy Syuhada Cikampek yang diresmikan Mantan Presiden Soeharto.

Mengenal Jejak Sejarah Masjid Besar Asy Syuhada Cikampek

Masjid Besar Asy Syuhada di Jalan Ir H Juanda Babakan Jati Cikampek, setiap bulan ramadan banyak dikunjungi orang. Ternyata masjid besar ini punya sejarah yang panjang yang harus diketahui umat Islam.

TOYIBKarawang

Bulan suci ramadhan bulan yang penuh berkah bulan penuh pengampunan dimana setiap orang menantikan bulan tersebut. Banyak pula orang memanfaatkan bulan suci ini dengan mengisi banyak kegiatan dengan membaca lantunan ayat suci Alquran serta menghabiskan waktu mereka dengan berada di dalam masjid.
Seperti di Masjid Besar Asy Syuhada di Jalan Ir H Juanda Babakan Jati Cikampek, setiap datangnya bulan Ramadan, masjid yang berada di samping jalan pasar itu kerap menjadi salah satu masjid yang banyak dikunjungi orang.
Saat pandemi korona sekarang ini memang agak sepi, tapi tidak mengurangi syiar Islam di masjid ini.
Masjid ini diresmikan sejak tahun 1994 oleh Almarhum Presiden Soeharto pada waktu itu, sesuai dengan prasasti yang terpampang jelas berada di dalam masjid sebalah kanan dekat pintu masuk. Namun ada yang mesti diketahui masjid yang kini banyak disambangi warga itu ternyata menyimpan banyak sejarah yang tidak diketahui oleh setiap pengunjungnya.
Luas masjid yang mencapai 1500 meter itu ternyata dulunya merupakan tempat pemakaman bagi para pejuang yang sekarang dipindahkan ke makam pahlawan. Maka nama dari mesjid Asy Syuhada adalah sebuah nama yang artinya adalah pejuang diambil dari sejarah makam para pejuang.
“Nama Asy Asyuhada diambil dari sejarah maka pahlawan karena dulunya ini bukan mesjid tapi tempat makam para pejuang,” kata Ruslan Abdul Ghani salah satu pengurus Masjid Asy Asyuhada.
Laki-laki yang dikaruniai anak 4 dan cucu 5 ini ternyata sudah menjadi salah satu marbot yang paling lama dan tertua. Maka tak heran jika sampai saat ini pria yang merupakan warga asal banten itu sudah tidak merasa asing lagi ketika berada di lingkungan masjid.
Ada beberapa lagi rahasia di balik masjid besar itu, ternyata pada saat peresmian bukan hanya Soeharto yang datang melainkan Harmoko yang saat itu menjabat sebagai Menteri Penerangan juga ikut memeriahkan peresmian tersebut.
“Saya udah 10 tahun tinggal disini ngurusin masjid ini, jadi sedikit hapal juga sejarahnya,” terangnya. 
Dia juga menjelaskan bahwa selain banyak nilai sejarah yang terpendam mesjid yang menyediakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Juga mempunyai fasilitas lainnya yang mudah bagi siapa saja pengunjung untuk datang ke masjid.
Terlihat luasanya halaman taman serta pemandangan menjadi salah satu objek yang banyak digemari oleh pengunjung lainnya. Bahkan ada aula khusus ruangan yang sengaja dibangunan untuk berbagai keiatan peahalan akbar seperti pernikahan. ” Sedikit demi sedikit kita bangun buat kebesamaan,” ucapnya.
Berbagai kegiatan yang sering dilakukan di masjid pun tak pernah hilang, seperti pengajian rutin yang dilakukan setiap harinya usai solat magbrib bagi anak-anak dan taliman yang diselenggrakan setiap malam Senin, Kamis dan Sabtu.
Namun datangnya bulan suci Ramadan ini, kata dia, kegiatan pengajian dipindahkan ke waktu yang berbeda dan ditambhakan dengan kegiatan lainnya, yaitu buka bersama yang rutin dilakukan setiap harinya selama bulan suci.
” Banyak kegiatannya juga selain sering ngadain takbg akbar juga ada pengajian rutin, kalau sekarang buka bersama kita sediakan untuk siapa saja di masjid,” terangnya.
Tidak ketinggalan luasnya halaman parkir juga menjadi salah satu istimewanya masjid yang berada dengan pemukiman warga itu. Bayangkan saja, halaman parkir masjid mampu menumpang seratus mobil yang ingin melaksanakan solat.
“Kedepan kita juga ingin terus berbenah agar menjadi lebih baik lagi, semoga bermanfaat bagi semuanya,” harapnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here