***Bapenda Pernah Ngaku Dicuekkin
KARAWANG– Pemkab Karawang membuka karpet merah bagi Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Perusahaannya menjadi investor pemembangunan pasar induk modern di Cikampek. Rabu (11/3/2020) kemarin dia datang langsung ke lokasi melangsungkan peletakan batu pertama didampingi Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana. Namun, di sisi lain, nyatanya perusahaan Tommy punya catatan merah soal tunggakan pajak pada Pemkab Karawang yang jumlahnya tembus puluhan miliar. Belakanya ada yang menyebut sampai Rp 50 miliar.
Akhir tahun 2019 lalu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang kepada awak media menyatakan tengah memburu perusahaan-perusahaan penunggak pajak guna menggenjot pemasukan asli daerah.
Di antara perusahaan besar itu, ungkap Endang, terdapat perusahaan milik keluarga Cendana. Perusahaan itu adalah Kawasan Mandala Putra, atau dulu dikenal Mandala Pratama Permai, sebuah kawasan industri seluas 700 hektare di Cikampek.
“Salah satu penunggak PBB yang lumayan besar adalah perusahaan milik Keluara Cendana tadi. Dulu bekas pabrik mobil Timor,” ungkap Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Karawang, Endang Cahendra, 5 November 2019.
Endang mengaku sudah beberapa kali melayangkan surat teguran. Namun tak digubris. “Kami tak akan berhenti berupaya,” ujarnya.
Bahkan saat surat teguran dinilai tak efektif, Bapenda merayu perusahaan itu dengan berbagai program termasuk pengampunan pajak atau menghapus denda pajak. “Setidaknya yang bersangkutan membayar pokoknya saja. setidaknya ada pemasukan lah ke Pemda,” tuturnya.
Namun, tiba-tiba Tommy datang ke Karawang diberikan ruang menjadi onvestor yang akan membangun Pasar Induk Modern. Kepada awak media putera mantan Presiden Soeharto mengklaim menggelontorkan investasi hingga ratusan miliar untuk membangun pasar seluas 12 hektare tersebut.
Investasi di sini sampai ratusan miliar (rupiah) ya. Persisnya belum diketahui, masih proses penentuan. Yang jelas sampai ratusan (miliar),” kata Tommy kepada pers usai meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Induk Berkarya, Rabu (11/3/2020).
Tommy menuturkan, pasar yang dinamakan Pasar Induk Modern Berkarya itu mengusung tema zero waste. Ia menjamin seluruh sampah di pasar tersebut akan diolah menjadi biogas untuk kebutuhan energi.
“Jadi semua limbah organik akan dijadikan biogas sebagai bahan bakar kompor di warung atau restoran di kawasan ini,” kata Tommy.
Adapun kebutuhan listrik, kata Tommy akan dipasok dari panel surya yang terpasang di atap bangunan pasar. “Supaya lebih hemat energi,” ujar Ketua Umum Partai Berkarya itu.
Tommy mengungkapkan, pasar induk bakal memuat 4.264 kios. Ia mengklaim pasar dapat menyerap 14 ribu tenaga kerja asal Karawang. “Targetnya mudah-mudahan dibawah 18 bulan sudah bisa beroperasi. Targetnya sebelum lebaran tahun depan sudah beroperasi,” tutur Tommy.
Selain itu, Tommy bakal membangun terminal tipe B di Karawang. Ia menyisihkan 3 hektare lahan yang dikelola PT Mandalapratama Permai, perusahaan milik Keluarga Cendana. Saat Orde Baru berkuasa, di lahan itu pernah berdiri pabrik mobil Timor.
“Kami alokasikan tiga hektare untuk terminal tipe B. Letaknya tak jauh dari Pasar Induk Moderen Berkarya yang akan segera dibangun,” kata Roestanto Wahidi Dirdjojuwono, Direktur Utama PT Mandalapratama Permai kepada wartawan, Rabu (11/3).
Sementara itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana di publik sama sekali tak menyinggung soal tungakan pajak perusahaan Tommy ke Pemkab Karawang. Justru ia berharap Pasar Induk Moderen Berkarya bisa membawa manfaat perekonomian warga Karawang. “Selain menyerap tenaga kerja, kami juga berharap pasar bisa mengakomodir banyak pedagang Karawang untuk berjualan di sini,” tutur Cellica.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyatakan, menyambut baik rencana pembangunan terminal tersebut. Ia bahkan akan mengupayakan relokasi terminal lama di Cikampek. “Kita akan upayakan relokasi. Nanti kita urus izinnya. Relokasi harus seizin Pak Gubernur (Jabar),” kata Cellica usai peletakan batu pertama pembangunan pasar berkarya, Rabu (11/3).
Kepada Tommy, Cellica berjanji bakal membantu mengurus perizinan terminal tersebut. Sebab, Cellica menilai, Karawang memang membutuhkan terminal yang representatif. “Masalah perizinan, saya janji karna ini memang membawa kemaslahatan buat orang banyak. Jadi saya senang sekali beliau membangun sesatu yang bermanfaat bagi warga kita,” tutur Cellica.
Tommy menuturkan, terminal akan terletak tepat di seberang Pasar Induk Moderen Berkarya. Untuk menghindari kemacetan, Tommy juga bakal memperluas jalan di sekitar pasar tersebut. “Jalan juga akan dibangun jadi empat jalur supaya leluasa,” kata Tommy.
Selain membangun pasar induk dan terminal, Tommy juga menjanjikan akan membangun rumah kost dan rusunawa untuk pedagang dan pekerja di terminal tersebut. “Jadi para pedagang tak perlu repot cari tempat tinggal yang jauh di sini,” ungkap Tommy.
Sementara itu, Komisi II DPRD Kabupaten Karawang sebut tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) PT Mandalapratama Permai kepada Pemkab Karawang diduga mencapai Rp 50 miliar. Hal tersebut terungkap saat Komisi II lakukan kunjungan kerja ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang, Kamis (12/3) siang hari ini.
“Keterangan ini kami dapatkan dari Bapenda langsung pada saat kami melakukan kunjungan kerja Komisi II tadi pagi,” kata Sekretaris Komisi II Natala Sumedha.
“Namun rincian berapa lama menunggak, sejak tahun berapa, Bapenda belum menyampaikan, makanya kita ini juga kan ingin tahu,” imbuhnya lagi. (bbs/kbe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here