BERSABAR: Samin dan Diah Kurnia, suami istri asal Purwasari calon jamaah haji yang tidak jadi berangkat tahun ini.

Suasana Hati Pasturi Calon Jamaah Haji Asal Purwasari

Setelah menunggu delapan tahun untuk pergi ke Tanah Suci, Samin dan Diah Kurnia pasangan suami istri asal Purwasari ini harus bersabar lagi karena gagal beribadah haji tahun ini.

AYI PURNAMAKarawang

Pandemi covid-19 berdampak terjadinya pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 M oleh Pemerintah Indonesia. Sesuai data yang tercatat di Siskohat, ada 198.765 jemaah haji reguler se-Indonesia yang batal berangkat termasuk pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Purwasari yang harus ikhlas menahan rindu untuk melihat Kabah secara langsung.
Samin (61) dan Diah Kurnia adalah pasutri calon jemaah haji yang dimaksud. Warga Perum Pagadungan, RT 03/RW 08, Kecamatan Purwasari, Karawang ini merupakan bagian dari 2.075 calon jemaah haji asal Karawang yang dijadwalkan berangkat naik haji tahun 2020.
Namun, takdir berkata lain. Perjuangan menunggu hingga 8 tahun sejak mendaftar di tahun 2012 harus ikhlas diperpanjang karena jadwal keberangkatan di tahun 2020 terpaksa ditunda akibat adanya pandemi covid-19.
“Tentunya kami sedih, tapi penundaan keberangkatan haji tahun ini karena situasi dan kondisi di luar kemampuan manusia. Ya kita harus legowo menerima dengan Iklas dan ridha, mungkin ini keputusan yang terbaik menurut Allah SWT,” ujar Samin, kepada KBE, Kamis (25/6).
Kendati telah ditunda, Samin mengaku ia tidak berencana untuk mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Agar, saat tahun depan bisa berangkat, ia tak perlu membayar lagi atau hanya membayar biaya tambahan jika ada.
“Hanya istri saya saja yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan, itu pun karena istri saya sakit, dipakai untuk berobat dulu,” ucap jemaah yang mendaftar ibadah haji melalui KBIH  (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Al-Madinah ini.
Samin berharap, pandemi covid-19 segera berakhir. Sehingga penundaan keberangkatan ibadah haji tidak terus berlarut-larut.
“Semoga tahun depan tidak ada masalah, agar pelaksanaan ibadah haji kembali berjalan lancar dan sukses. Amiin ya Rabbal Alamin,” harap pensiunan PT Pupuk Kujang dan ayah lima anak ini.
Pembina KBIH Al-Madinah, Wahyu Suhudi, didampingi staff bagian administrasi KBIH Al-Madinah, Iskandar, mengaku prihatin atas kondisi yang terjadi terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Aapalagi di KBIH yang dibinanya terdapat kurang lebih 500 calon jemaah haji yang seharusnya berangkat jika tidak ada kendala.
“Tapi mau gimana lagi, ini sudah kehendak Allah SWT dan kami hanya bisa bersabar serta mengikuti keputusan pemerintah,” ucapnya.
Dengan dibatalkannya pemberangkatan ibadah haji, Wahyu berharap, calon jemaah haji tahun ini bisa 100 persen berangkat di tahun 2021.
“Tak hanya calon jemaah haji tahun 2020 yang berangkat di tahun 2021, tapi bisa ditambah dengan calon jemaah haji yang memang dijadwalkan berangkat di tahun tersebut meski tidak 100 persen,” katanya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here