Bantuan dari A sampai Z Minta Dibuka ke Publik

KARAWANG– Pemkab Karawang diminta terbuka soal penggunaan anggaran penanganan covid-19 yang besumber dari dana refocusing APBD yang jumlahnya Rp 100, 8 miliar. Sejauh ini memang belum ada keterangan rinci anggaran itu dipergunakan untuk pos anggaran apa saja sehingga publik menutut adanya keterbukaan informasi. Termasuk soal bantuan-bantuanyang masuk baik berupa uang, barang, maupun sembako.
“Apa saja yang digunakananya, buat apa saja, dibelikan apa saja, kalau sesuai tidak masalah, kalau ada yang mengambil keuntungan baik pribadi atau golonga tinggal tunggu tuh di sel,” kata praktisi hukum yang juga pemerhati kebijakan pemerintah, Asep Agustian kepada KBE, kemarin (5/5).
Pria yang biasa disapa Askun ini pun menilai, perlunya keterbukaan agar tak ada prasangka yang buruk dari warga yang sedang menanti ulur bantuan pemerintah. Selain itu, soal transparansi bantuan juga, kata Askun untuk menghindari adanya tumpang tinding barang yang hasil pembelin dan barang hasil bantuan.
“Pemkab kenapa harus malu membuka apa yang sudah dibelikan. Jadi maksud saya, apa yang diturunkan apa yang dibelikan, .itu harus transparan, tidak bolah ditutptutupi. Bagaimana uang yang 15 miliar, bagaimana sumabangan yang ada, lalu sumabanga APD, harusnya dibuka sumbangan dari A sampai Z,” kata dia.
Termasuk soal bantuan pada warga, sejauh ini belumada informasi pasti mengenai jumlah data dan besaran bantuan yang diterima. Beredar informasi soal bantuan Pemkab Karawang akan mengcover sekitar 50.000 KK dengan besaran bantuan 300 ribu berupa sembako untuk tiga bulan. Jika benar, dan saat KBE hitung totalnya sekitar Rp 45 miliar.
Soal bantuan ini, Askun meminta, Pemkab Karawang juga menjelaskan data keluarga penerima bantuan bersumber dari data mana, yang ada di Dinsos yang jauh-jauh hari sudah disebut banyak data kadaluwarsa atau data yang baru.
Lebih lanjut, jika betul bantuan itu untuk 50.000 KK dan masing-masing mendapat bantuan300 ribu berupa sembako dengan total memakan anggaran Rp 45 miliar, sisanya kata Askun, juga perlu penjelasan kepada publik dipakai buat apa saja.
“KK yang mana? saya minta dengan tegas kepada pemerintah daerah harus dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
“Sementara banyak anggaran yang ditarik, pertanyaan saya, ini dipergunakan untuk apa saja, saya juga meminta kepada pemerintah daerah silahkan jelaskan,” timpalnya. (mhs)
Sebagaimana diketahui Pemkab Karawang melakukan refocusing anggaran sejumlah instansi dialihkan untuk anggaran penanganankorona jumlahnya mencapai Rp 100, 8 miliar. Di sisi lai, PSBB Karawang per hari ini (6/5) mulai berlaku efektif. Seluruh warga diminta mengitui seluruh aturan yang ada. (mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here