BELANJA DI MAL : Sejumlah pengunjung Mal Galuh Mas Karawang, saat berbelanja di salah satu tenant yang sudah di buka.

Melihat Penerapan AKB di Tiga Mal Galuh Mas Karawang

Pekan kemarin, tiga mal di kawasan Galuh Mas Karawang sudah beroperasi lagi. Ketiga mal itu di antaranya, Karawang Central Plaza (KCP), Technomart, juga Festive Walk.Bagimana situasi mal sehari setelah PSBB Karawang resmi disudahi dan tancap gas memasuki normal baru saat kasus positif masih ada?

WAHYUDI, Karawang

PANTAUAN KBE di hari pertama penerapan AKB, Sabtu, (27/6) kemarin, untuk bisa masuk ke dalam mal di Galuh Mas, pengunjung wajib mengikuti sejumlah protokol kesehatan yang ketat.
Sebelum masuk ke dalam mal, pengunjung wajib melakukan scan barcode, untuk memantau jumlah pengunjung yang ada di dalam mal. Setelah selesai melakukan check in, kemudian pengunjung harus melewati pengecekan suhu tubuh. Apabila ditemukan pengunjung dengan suhu tubuh yang tinggi, pihak keamanan akan langsung menyuruh pengunjung itu berputar arah.
Tak hanya di pintu masuk saja, pengecekan suhu tubuh juga dilakukan hampir di semua tenant yang sudah mulai beroperasi disana. Di samping itu, para pengunjung juga wajib cuci tangan atau menggunakan handsanitizer sebelum masuk ke dalam toko yang ingin ia kunjungi.
Untuk diketahui, Mal Galuh Mas Karawang sudah mulai beroperasi sejak tanggal 27 Juni 2020. Di buka mulai pukul 08.00 WIB Mal Galuh Mas akan menutup semua tenantnya pada pukul 20.00 WIB.
Sesuai surat edaran Bupati nomor 500/3048/Disperindag, tentang pembukaan dan operasional pusat perbelanjaan, Mal Galuh Mas Karawang bisa beroperasi dengan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
Manager Property Galuh Mas Karawang, Rizki Setiawan sebelumnya menjelaskan, di era AKB ini belum semua tenant di Mal Galuh Mas di buka. Tempat hiburan seperti bioskop, karoke, juga taman bermain anak, masih belum di buka.

Meskipun sudah di buka, kata dia, Tim Gugus Tugas Covid-19 masih meninggalkan catatan untuk pengelola mal. Jika masih banyak masyarakat atau pengunjung yang melanggar aturan AKB, maka tak menutup kemungkinan Mal Galuh Mas akan kembali di tutup oleh Gugus Tugas Covid-19.

“Karena itu kami minta kepada pengunjung untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang kami terapkan di mal Galuh Mas,” ujar Rizki.

Kembali di bukanya Mal Galuh Mas, jelas menyita perhatian masyarakat Karawang. Pasalnya, selama berbulan-bulan ini, mereka yang lama berkegiatan di rumah, akhirnya bisa kembali menikmati fasilitas perbelanjaan di salah satu mal terbesar di Karawang itu.

Salah satu pengunjung Mal Galuh Mas, Pramita Rohaeni mengungkapkan, begitu mengetahui Mal Galuh Mas di buka kembali. Ia bersama keluarga tak berlama-lama untuk langsung mendatangi mal tersebut.

Pramita mengatakan, ia mendatangi mal KCP untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Selain itu, ia bersama keluarga bermaksud rekreasi di Mal Galuh Mas.

“Bagus sih protokol kesehatannya ketat. Setiap belanja di minta non tunai, jadi kita pengunjung merasa aman dan nyaman,” katanya.

Sementara, menurut Juhadi, pengunjung lain, di hari pertama penerapan AKB masih banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Seperti berkerumun saat mengantre pembayaran di kasir, juga duduk berdesakan di meja makan.

“Biar pun meja dan kursi di silang, pada kenyataannya masih ada yang berkerumun,” ungkapnya.

Pengunjung lainnya, Fina Alviana mengatakan, meski pun pintu masuk utama dari parkiran dan lobi utama di jaga ketat. Namun, pintu pintu masuk lain dari pinggiran tenant masih belum mendapat penjagaan serupa.

Hal itu, kata Fina, membuat sejumlah pengunjung khawatir. Pasalnya, mereka yang tak mau dilakukan cek suhu atau login barcode, menggunakan pintu-pintu lain untuk masuk ke dalam kawasan mal.

“Jadi kan kita was-was ya. Takutnya ada OTG yang lolos penjaringan di depan itu masuk, kemudian berinteraksi dengan kita di dalam, kan khawatir juga,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, kembali di bukanya sejumlah mal di Karawang tak luput dari pengawasan tim Gugus Tugas Covid-19.

Cellica bilang, pihak pengelola mal wajib menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Selain itu, Cellica juga menegaskan, belum semua gerai atau tenant di mal bisa di buka saat penerapan AKB di Karawang.

“Untuk Bioskop, karaoke, salon, permainan anak, dan refleksi, belum bisa beroperasi,” ujar Cellica.

“Kita terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Kalau masih melanggar akan kena sanksi. Yaitu penutupan kembali,” tegasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here