“Sekarang Bukan Cuma Jalan yang Hancur, Rumah Juga…”

0

Anak-Anak Mulai Terserang Penyakit Gatal

KARAWANG – 23 Desember 2016 Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana mendatangi Desar Pasirjaya meresmikan bangunan desa prototype. Kata warga di sana itu kali terakhir warga desa setempat bertatap muka dengan bupati. Sejak itu, warga mengklaim tak pernah dikunjungi lagi oleh Cellica.
Kini, saat bencana terjangan rob pekan lalu mengobrak-abrik pemukiman di bibir pantai, warga berharap dapat dikunjungi oleh bupati. Atau minimal wakil bupati untuk meninjau langsung kondisi mereka.
Tokoh masyarakat adat Pantai Tanjung Baru, Jindor mengungkapkan Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, saat ini merasa dianaktirikan. Terlebih sampai hari Senin kemarin, bantuan yang datng dari pemerintah daerah diungkapkan kepala desa setempat abrulah beruoa 20 dus mie instan dan air mineral.
“Kami minta Ibu Cellica datang ke kampung kami ini. Lihat penderitaan warga ibu di sini. Sekarang bukan cuma jalan yang hancur, tapi rumah kita juga hancur,” ujar Jindor kepada KBE, kemarin (16/6).
Sambil mengingat-ngingat, Jindor mengatakan, Cellica terakhir kali datang ke Desa Pasirjaya, hanya untuk melakukan peresmian kantor desa sekitar tiga tahun yang lalu. Itu pun, kata Jindor, tidak sampai menginjakan kaki di Pantai Tanjung Baru.
“Pernah ke Desa Pasirjaya, tapi cuma untuk peresmian desa. Kalau ngerasain bagusnya jalan Tanjung Baru, ibu belum pernah,” sindirnya.
Jindor berharap, di akhir masa jabatannya, Cellica menyempatkan diri datang dan bertatap muka dengan masyarakat di Pantai Tanjung Baru. Terlbih dalam kondisi saat ini, di mana masyarakat setempat sangat membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah daerah.
“Kita cuma minta ditengok sama ibu. Ibu-ibu di sini berharap begitu, mereka mau mengadu dan berkeluh kesah, sama pemimpinnya,” pungkasnya.
Di tempat terpisah tokoh masyarakat Cilamaya, Muslim Hafidz mengingatakan kepada Pemkab Karawang jika bagian ujung di utara Karawang ini juga masih merupakan bagian dari wilayah administratif Pemkab Karawang yang dengan sendirinya pemerintah daerah wajib memperhatikannya dengan adil. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab segara membuat kebijakan yang dapat dirasakan oleh warga setempat.
“Tanjungbaru itu Desa Pasirjaya, yang bagian dari Karawang. Warganya juga bagian dari tanggungjawab pemerintah. Jadi harusnya keadilan sosial diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Karawang untuk masyarakat Tanjungbaru yabg kena rob,” kata Muslim.
Kantor Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon sesak oleh pengungsi. Puluhan warga setempat terpaksa mengungsi lantaran rumahnya ludes diterjang rob. Puluhan lainnya, kembali ke puing rumah mereka yang tersisa di pesisir pantai, lantaran tak kuat menahan sesaknya kantor desa.
Pekan lalu, banjir rob meluluhlantahkan rumah-rumah di Desa Pasirjaya yang ada di bibir pantai. Berhari-hari warga kesulitan melakukan aktivitas. Namun pemerintah desa setempat mencatat, baru datang bantuan sekitar 20 dus mie instan dan 20 kardus air mineral. Masih minim alias jauh dari kata cukup.
Desa Pasirjaya merupakan salah satu desa di antara 9 desa pada 7 di Karawang yang terdampak terjangan banjir rob. Desa ini dikenal dengan wisata pantai Tanjungbaru yang biasanya ramai akses jalan yang rusak parah. Beberapa hari lalu, video dua warga Tanjungnbaru, Pasirjaya viral di media sosial. Mereka mengeluhkan sulitnya air bersih di sana. Mereka terpaksa harus mandi dan mencuci di air sungai yang kotor. Lantaran di sana sudah tak ada lagi sarana air bersih, pasca banjir rob kemarin.
Diketahui, dua warga Tanjung Baru dalam video yang viral itu, adalah Rohimah ketua RT setempat yang didampingi warganya sedang mengeluhkan sulitnya mencari air bersih saat ini.
“Kalau bisa mah ibu bupati, kita minta ditengok. Liat rumah kita (kami,red) sudah hancur semua. Mandi juga pakai air sungai, kasihan anak-anak jadi pada gatel dan sakit,” ujar Rohmah, memohon.
“Kalau boleh minta, kita ingin dibuatkan sarana air bersih buat mandi, buat nyuci, sama buat minum sama ibu bupati,” pintanya
Kepala Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Abdul Hakim atau yang akrab disapa Saglak mengatakan, akibat bencana banjir rob kemarin, sebanyak 52 kepala keluarga dan 115 jiwa terpaksa harus mengungsi sementara di Kantor Desa Pasirjaya.
Saglak menyebut, bantuan yang datang dari pemerintah melalui BPBD Karawang, hanya 20 kardus mie instan dan 20 kardus air mineral. Sementara, untuk bantuan pangan dan kebutuhan pokok lain-lain, masih ditanggung udunan dari pemerintah desa dan warga sekitar.

“Warga Tanjungbaru sudah menjerit. Mereka sangat berharap bupati turun dan menengok langsung keadaan mereka. Mereka di sana serba kekurangan dan sangat prihatin,” ujar Saglak, kepada KBE, Senin, (15/6) saat dihubungi via telpon.
Saglak menjelaskan, kondisi perumahan warga di sekitar pantai legendaris Karawang itu sudah hancur lebur. Tak sedikit bangunan yang roboh di terjang banjir rob. Bahkan, estetika khas Pantai Tanjung Baru pun kini sudah tak nampak lagi.
“Warga di sana kekurangan bantuan pangan, kalau sandang sudah banyak. Tapi yang paling penting, warga Tanjung Baru sekarang sedang krisis air bersih,” ujar Saglak.
Asih kata dia, pihak pemerintah desa sebenarnya tak diam saja. Permohonan warga untuk melakukan pengeboran sumber air sudah direncanakan. Namun, sampai saat ini belum bisa direalisasi. Lantaran akses menuju perkampungan terdampak masih sangat sulit.
“Rencana mau buat pengeboran buat sumber air. Itu pun anggarannya bukan dari pemerintah daerah. Sebisa kita saja di desa. Tapi belum bisa direalisasi, karena akses yang sulit,” katanya. (wyd/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here