Langkah Taktis Bupati Karawang Atasi Masalah Pengangguran, Gandeng Ratusan Perusahaan Cetak SDM Siap Industri

Pemkab
Pemerintah Kabupaten Karawang terus berbenah dalam mempersiapkan sumber daya unggul khususnya di bidang industri.
0 Komentar

KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten Karawang terus berbenah dalam mempersiapkan sumber daya unggul khususnya di bidang industri. Setelah sukses besar dengan program pemagangan, kini Disnakertrans Karawang bersama Dinas Pendidikan berkolaborasi dalam mencetak SDM siap industri melalui program pembinaan. 

 

Bupati Karawang Aep Syaepulloh menyebut, setiap tahun Kabupaten Karawang melukiskan lebih dari 36 ribu siswa lulusan SMK/SMA sederajat. Namun, berdasarkan data statistik hanya 20 persen dari lulusan itu yang melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1). 

 

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Disnakertrans dan Dinas Pendidikan menggandeng perusahaan untuk ikut andil dalam membantu pemerintah menyiapkan SDM siap industri. Agar, para lulusan SMK/SMA di Karawang bisa memenuhi standard kualifikasi pekerja untuk di kawasan industri. 

 

Baca Juga:DPMD Gembleng Operator Pordeksel se Kabupaten BekasiĀ Kapolres Karawang Serahterimakan 20 Jabatan PJU dan Kapolsek

“Pemerintah Kabupaten Karawang memberikan kemudahan kepada bapak/ibu untuk berinvestasi di Karawang. Oleh sebab itu, kami berharap kerjasama ini bisa berjalan untuk mencetak anak-anak kita agar siap bekerja di industri,” ujar Aep saat berdiskusi dengan perwakilan perusahaan, pekan kemarin. 

 

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Karawang Rosmalia Dewi mengatakan, program sekolah industri sebelumnya sudah bergulir di Karawang. Namun hingga saat ini masih belum optimal karena masih sangat sedikit perusahaan yang terbuka untuk membuka kelas tersebut. 

 

Melalui kerjasama ini, Disnakertrans dam Dinas Pendidikan Karawang berharap bisa secara komperhensif mencetak lulusan SMK/SMA sederajat yang benar-benar di cetak di sekolah untuk bekerja di kawasan industri. 

 

“Ini merupakan inisiasi dari Pak Bupati, dimana kami harus memaksimalkan keberadaan perusahaan untuk mencetak SDM. Selain pemagangan ada juga sekolah industri. Nantinya kerjasama antara Dinas Pendidikan kita benar-benar mencetak lulusan SDM yang siap industri,” ujar Rosmalia. 

 

Melalui program ini, kata dia, pemerintah akan melakukan penyesuaian terhadap kurikulum pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Khususnya perusahaan yang ada di kawasan industri. 

 

“Disnaker sebagai fasilitator akan memfasilitasi agar maksud tujuan pertemuan ini bisa terselenggara,” katanya. 

0 Komentar