Tips Parenting: 6 Langkah-Langkah Tindakan yang Wajib Orang Tua Ambil Jika Anak Menjadi Pelaku Bullying

anak-dan-orangtua
Mengetahui bahwa anak membully orang lain tentunya adalah pengalaman yang mengagetkan bagi orang tua.
0 Komentar

KBEONLINE.ID– Mengetahui bahwa anak membully orang lain tentunya adalah pengalaman yang mengagetkan bagi orang tua. Menghadapi kemungkinan bahwa anak adalah pelaku perundungan dalam skenario yang membahayakan orang lain dapat menimbulkan berbagai emosi, termasuk kesedihan, kebingungan, dan rasa malu. 

Namun, mengingat situasi ini, sangat penting untuk tetap tenang dan bijaksana. Mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi perilaku bullying yang dilakukan anak kita adalah langkah penting untuk membantu mereka memahami konsekuensi dari tindakan mereka sekaligus mendorong pertumbuhan dan perubahan positif dalam perilaku mereka.

Menurut laporan UNICEF, orang tua harus ingat bahwa pasti ada alasan dari tindakan tersebut jika mereka sadar bahwa anak mereka sedang membully.

Baca Juga:Panduan Menentukan Durasi Waktu Layar yang Tepat untuk Anak-anak: Berapa Lama yang Direkomendasikan?Kenapa Kita Sebaiknya Tidak Memarahi Kucing Peliharaan? Temukan 7 Alasan yang Perlu Dipahami

Anak-anak yang melakukan bullying sering kali melakukannya sebagai cara untuk melepaskan perasaan yang sulit diatasi dan mencari perhatian. Meskipun demikian, bullying yang meningkat menjadi kekerasan tetap tidak dapat diterima.

Bullying pada anak-anak terkadang dapat disebabkan oleh melihat kekerasan di lingkungan sekitar atau di rumah.

Berikut adalah 6 langkah-langkah tindakan yang wajib orang tua ambil jika anak menjadi pelaku bullying:

1. Komunikasi

Orang tua pasti akan mendapat manfaat dari upaya mencari tahu mengapa anak mereka menindas orang lain. Jika anak mengalami kesulitan untuk memahami perilakunya, Parents sebagai orang tua dapat memutuskan untuk meminta nasihat dari konselor yang berfokus pada anak, pekerja sosial, atau spesialis kesehatan mental.

2. Selesaikan dengan pikiran terbuka

Dengan pikiran terbuka, mintalah anak untuk menjelaskan apa yang selama ini mengganggunya. Parents bisa coba memunculkan ide-ide untuk solusi potensial dan reaksi yang tidak merugikan. Doronglah anak untuk mencoba membayangkan bagaimana rasanya dibully.

3. Cari Tahu Akar Permasalahan

Sangat penting bagi orang tua untuk mencoba memahami keadaan yang mendasari perilaku intimidasi anak mereka. Mungkin ada masalah di rumah, seperti konflik keluarga atau kurangnya perhatian, yang menyebabkan perilaku agresif di sekolah atau di daerah sekitarnya.

Mengidentifikasi penyebab mendasar memungkinkan orang tua untuk memberikan dukungan dan arahan yang lebih efektif kepada anak mereka. Hal ini dapat mencakup berkomunikasi secara aktif dengan anak mereka, mendengarkan dengan saksama, dan mencari solusi yang tepat untuk masalah yang mendasarinya.

0 Komentar