Tolak Eks Koruptor, Mahasiswa Minta Warga Cerdas Memilih

Formabes
Tolak Eks Koruptor, Mahasiswa Minta Warga Cerdas Memilih
0 Komentar

KBEonline.id – Mahasiswa di Kota Bekasi tolak calon pemimpin daerah dengan riwayat kasus korupsi, mereka meminta masyarakat untuk cerdas memilih pemimpin pada Pilkada 27 November mendatang, Selasa (21/5).

 

Forum Mahasiswa Bekasi (Formabes) mengadakan diskusi bertema “Peranan Pemuda Kota Bekasi dalam Mencari Figur Pemimpin Masa Depan yang Bebas dari Dosa Masa Lalu.” 

 

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen organisasi kepemudaan, termasuk Projo Kota Bekasi, Forum Organisasi Daerah Bekasi, Kaum Muda SI, Pemuda Demokrat, Pemuda Katolik, DPC GmnI Bekasi, HMI, Titah Rakyat, dan GMB. Diskusi tersebut berlangsung di Gedung Pemuda Kota Bekasi.

 

Baca Juga:DPRD: Perpanjangan Masa Jabatan PJ Bupati Bekasi Dipertimbangkan KemendagriPolres Metro Bekasi Bekuk Pelaku Pembegalan, Ketiga Pelalu Merupakan Residivis

Ketua Umum Formabes, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa diskusi ini mencerminkan kegelisahan pemuda dan mahasiswa Bekasi terhadap kondisi kepemimpinan kota mereka. Ia menyoroti dua peristiwa yang mencoreng nama Bekasi, yaitu penangkapan Mochtar Mohammad dan Rahmat Effendi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

“Pemimpin masa depan Kota Bekasi haruslah sosok yang bersih dari kroni-kroni serta tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi. Hal ini penting untuk menghindari penurunan kualitas kepemimpinan di Bekasi. Kita tidak boleh jatuh ke lubang yang sama yang akan menghasilkan korupsi lagi,” ujar Wahyu.

 

Wahyu juga menekankan pentingnya kecerdasan masyarakat dalam memilih pemimpin. Ia berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji-janji manis dari calon yang pernah terlibat kasus korupsi atau yang pernah mengembalikan uang hasil korupsi kepada KPK.

 

“Masyarakat harus cerdas dan tidak mudah tergoda oleh janji-janji manis dari calon yang pernah terjerat kasus korupsi. Masih banyak pemimpin yang bersih dan siap memimpin Kota Bekasi,” tambah Wahyu.

 

Selain itu, Wahyu menegaskan bahwa pemuda Kota Bekasi harus mampu mengembalikan marwah kepemimpinan yang bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Ia mengingatkan agar para oligarki dan koruptor tidak dibiarkan menjadi pemimpin di Kota Bekasi. Wahyu juga meminta partai politik untuk benar-benar menyaring para calon pemimpin Kota Bekasi dengan selektif.

 

“Kami meminta para pemimpin partai politik untuk menyeleksi bakal calon Wali Kota Bekasi secara ketat. Jangan sampai mereka hanya mengejar uang dan melupakan masa depan rakyat Kota Bekasi, yang tentu saja sangat merugikan lima tahun ke depan,” tutup Wahyu. (Bbs/riz)

0 Komentar