MENINGKAT: Kepala Puskesmas Cilamaya, dr. Aziz Gofur saat memeriksa pasien di Puskesmas Cilamaya.

Jumlahnya Sudah 108 Orang

KARAWANG– Grafik penularan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Karawang terus meningkat. Dinas Kesehatan Karawang mencatat, saat ini ada 2.240 Orang Dalam Pantauan (ODP), 61 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Pasien Positif 39 orang (7/4) kemarin.

Rilis data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Karawang itu jadi sorotan masyarakat. Khususnya di Kecamatan Cilamaya Wetan dan Kecamatan Cilamaya Kulon.

Pasalnya, data ODP di dua kecamatan bertetangga itu sangat jomplang. Dinas Kesehatan mencatat (hingga Selasa, 8 April 2020), ODP di Kecamatan Cilamaya Wetan (Ciwet) ada 108 orang dengan Positif Covid-19 1 orang. Sementara, saudara muda Cilamaya Wetan, yaitu Kecamatan Cilamaya Kulon, hanya ada 2 ODP dan 2 Positif yang sudah terkonfirmasi adalah pejabat Pemda Karawang, Okih Hermawan dan istri.

Menanggapai hal itu, Kepala Puskesmas Cilamaya, Aziz Gofur menjelaskan, sistem pendataan seputar Covid-19 di Kecamatan Cilamaya Wetan sudah berjalan sesuai protokol kesehatan.

Kata Aziz, ODP tersebut didominasi dari para pekerja yang pulang dari luar negeri maupun luar kota. Juga, para pekerja yang berdatangan ke Proyek PLTGU Jawa-1 di Desa Cilamaya.

“Kalau kita karena langsung mencatat dan melaporkan, jadi datanya update terus,” kata Aziz, kepada KBE, Rabu, (8/4) kemarin.

Aziz menjelaskan, sesuai protokol kesehatan Covid-19. Warga yang baru pulang dari luar wilayah harus di cek kesehatannya. Terlebih, mereka yang baru pulang dari zona merah Covid-19. Secara otomatis harus masuk daftar ODP dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Kalau Kecamatan Cilamaya Kulon saya belum tau gimana. Tapi saya sih yakin, harusnya bertambah
 Ga cuma dua, mengingat disana sudah ada pasien positif,” tandasnya.

Sementara, menanggapi kasus Positif Covid-19 di Kecamatan Cilamaya Wetan, Aziz membenarkan adanya kabar tersebut. Namun, Aziz menjelaskan, jika warga yang Positif Covid-19 itu tidak tinggal di Cilamaya. Ia bersama keluarga sudah lama tinggal di Karawang Kota. Namun, masih menggunakan KTP Cilamaya.

“Jadi sejauh ini secara teknis belum ada yang positif orang Cilamaya Wetan tuh,” imbuhnya.

Sementara, Camat Cilamaya Wetan, Basuki Rachmat menambahkan, meskipun data ODP di kecamatan yang ia pimpin cukup tinggi. Ia mengimbau agar masyarakat tak perlu cemas apa lagi sampai panik.

“ODP itu kan biasa, hasil pemantauan sebagai bentuk waspada. Mereka tidak berbahaya. Belum tentu sakit juga kan,” ungkap, mantan Camat Cilamaya Kulon itu.

Basuki bilang, ia bersama Muspika Cilamaya Wetan selalu waspada dan responsif dengan pencegahan dan penanganan Covid-19 di kecamatan ujung utara Karawang tersebut.

“Ya mereka yang masuk ODP kami imbau untuk melakukan karantina diri selama 14 hari. Jangan bepergian dulu, kalau mendesak gunakan masker,” imbaunya. (wyd/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here