Sekda: Saya Tak Akan Intervensi Polisi

0

Ajukan Rehabilitasi, Pasrah Jika Terbukti Bersalah

KARAWANG– ANT (23) putra Sekda Karawang, Acep Jamhuri ditangkap oleh polisi, Selasa (30/6) malam lantaran terlibat kasus narkoba yang sedang ditangani polisi. Pihak keluarga mengajukan permohonan rehabilitasi kepada kepolisian.
Acep saat ditanya oleh awak media justru mengapresiasi tindakan Polres Karawang dalam pengungkapan kasus narkoba tanpa pandang bulu. Ia menuturkan, menunggu proses hukum yang sedang berjalan dalam kasus yang melibatkan anaknya ini. Ia pun berjanji tak akanmelakukan intervensi atas proses hukum yang sedang berjalan.
“Mereka (polisi-red) sudah melaksanakan tugasnya, ya tentunya biarkan proses hukum berjalan,” Kata Acep saat di temui di sela-sela kunjungannya di Gudang Denparm Kecamatan Jayakerta, kemarin (1/7).
“Yang jelas saya tidak akan melakukan intervensi terhadap tugas pihak kepolisian, biarkan proses hukum berjalan dengan baik,” timpalnya.
Acep pun berpasarah jika nantinya, polisi memutuskan anaknya terbukti bersalah dan mempersilahkan kepolisian bekerja sebagaimana mestinya.
“Biarkanlah proses hukum berjalan, kalau memang benar anak saya terbukti bersalah, tegakan hukum dengan seadil-adilnya, karena anak nabi saja kalau bersalah kan dikhisos,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kasat Narkoba Polres Karawang, AKP Agus Susanto mengumumkan hasil test urine pertama yang dijalani ANT, mengeluarkan hasil negatif. Disinyalir ANT merupakan pemakai sabu pasif alias tak mengonsumsinya, setidaknya selama tiga minggu terakhir.

“Hasil tes urine sementara ANT negatif, karena hasil pemeriksaan memakai sekitar 3 minggu yang lalu. Dan ada kesesuaian daru keterangan tersangka Pungki yang memasok barang haram tersebut,” kata Agus kepada wartawan, kemarin (1/7).
Lanjut Agus, dengan hasil negatif tersebut tak membuat pihaknya akan melakukan tes urine kembali setelah berkoordinasi sama BNNK Karawang, bahwa ANT ini merupakan pemakai pasif. Dan pihak keluarga ANT juga kooperatif supaya dia (ANT) dilakukan rehabilitasi.
“Tadi malam (30/6), pihak keluarga telah membuat surat permohonan agar ANT dilakukan rehabilitasi. Dan tadi pagi (1/7) ANT sudah diserahkan ke BNNK Karawang untuk di assesment,” jelas Agus.
Menurut Agus, untuk hasil assesment yang dilakukan BNNK Karawang bahwa ANT negatif menggunakan narkotika. Namun pihaknya akan melakukan pemeriksaan darah dan rambut di Lido, Kabupaten Sukabumi dan hasilnya sekitar 3 hari kemudian.

Sebelumnya, Kapolres Karawang, AKBP Arif Rachman Arifin membenarkan telah mengamankan ANT (23) hasil pengembangan dari bandar narkoba berinisial L alias P. Dari pengakuan P menyebutkan ANT yang diduga sebagai pemakai.

“Iya benar kita telah menangkap pengedar berinisal L alias P dan diduga pemakai ANT (23),” kata Arif kepada wartawan saat usai memperingati Hari Bhayangkara ke 74, Rabu (1/7).
Sebelumnya, seorang bandar narkoba dan pelanggan berhasil diamankan Satuan Narkoba Polres Karawang di dua tempat yang berbeda. Salah satunya diduga merupakan anak Sekda Karawang, Acep Jamhuri.
“Yang diamankan seorang bandar narkoba berinisial P dan pelanggannya berinisial ANT (23). Satnarkoba Polres Karawang telah menangkap P di sebuah rumah di Perumahan Galuh Mas, Kabupaten Karawang,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Rudy Ahmad Sudrajat.
Lanjut Rudy, untuk pelaku berinisal P yang duga sebagai pengedar narkoba jenis sabu diamankan pukul 05.00 WIB. Dari hasil penangkapan terhadap P, polisi berhasil mengamankan setidaknya 5 butir pil ekstasi.
“Saat dilakukan penggeledahan di kamarnya, kami temukan 5 butir inex,” ungkapnya.
Rudy mengatakan, dari hasil penangkapan pengedar narkoba berinisial P, Polisi melakukan pengembangan kasus. Hasil
interogasi, P pernah menjual narkotika jenis sabu-sabu kepada ANT sekitar dua minggu lalu. Kemudian dilakukan pengembangan dan diamankan ANT di rumahnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga membenarkan ANT merupakan anak pejabat tinggi di Pemkab Karawang, saat ini ia sudah diamankan di Polres Karawang. “Dari hasil tes urine, sementara itu masih negatif karena kejadiannya kan dua minggu lalu,” kata Erlangga saat dikonfirmasi.
Namun, kata Erlangga, polisi akan tetap memeriksa darah dan rambut ANT. Selain itu, sambung Erlangga, polisi akan bekerja sama dengan Badan Nasional Narkotika (BNN) Karawang. “Tetap akan diperiksa darah dan rambutnya,” ujarnya. (rie/mhs/shn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here