Wujudkan Ketahanan Pangan, Lapas Kelas IIA Karawang Panen Raya Padi

Lapas Kelas IIA Karawang
Lapas Kelas IIA Karawang melaksanakan panen raya padi
0 Komentar

KBEonline.id – Wujudkan ketahanan pangan dan mencegah stunting, Lapas Kelas IIA Karawang melaksanakan panen raya padi, Selasa (7/5/2024).

 

Panen raya dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Reynhard Silitonga didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Masjuno yang diikuti oleh seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) se Jawa Barat di Lapas Kelas IIA Karawang.

 

Paangan merupakan komoditas penting dan strategis mengingat pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat Indonesia bahkan seluruh masyarakat dimanapun berada. Berbagai upaya yang telah dilakukan dan diprogramkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta berbagai pihak pelaku pertanian dalam rangka peningkatan produktifitas pertanian dan ketersediaan pangan yang cukup.

 

Baca Juga:Permudah Masyarakat, Mobil Layanan Keimigrasian OTW Imigrasi Karawang, Catat Tanggalnya!Beredar SK Palsu Penetapan Caleg, KPU Karawang Ambil Langkah Hukum

“Sarana Asimilasi dan Edukasi atau sering disebut SAE pada Lapas Kelas IIA Karawang, menjadi wadah dalam memberikan pembinaan kemandirian terhadap warga binaan,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Masjuno.

 

Masjuno mengatakan, salah satu produk unggulan dari SAE pada Lapas Kelas IIA Karawang adalah hasil panen padi yang menghasilkan Padi Nutrizinc. Dimana padi tersebut merupakan Varietas Padi yang memiliki kandungan unsur Zinc lebih tinggi daripada Varietas lainnya yang membantu mengatasi Problem Stunting, serta Padi Inpari 32 yang benihnya tahan terhadap segala Hama dan Penyakit Tumbuhan.

 

Masjuno menjelaskan, bahwa laporan yang diterimanya dari Kepala Lapas Kelas IIA Karawang selama tahun 2023, Lapas Kelas IIA Karawang berhasil menghasilkan panen padi sebanyak 11.800 Kg atau 11.8 Ton Gabah, yang apabila dirupiahkan akan menjadi senilai Rp.37.760.000.

 

“Panen raya ini diharapkan dapat mendorong dan memberi semangat serta menjadi moment untuk seluruh UPT Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Pelayanan yang Berdampak menjadi sebuah target yang tidak bisa ditawar dan harus dilaksanakan. Kegiatan ini tentu menjadi sebuah Prestasi dan menjadi contoh bagi seluruh elemen instansi pemerintah, bahwa tidak ada kata tidak mungkin dalam upaya memberikan Pelayanan yang Berdampak,” ujar Masjuno.

 

Dengan adanya hal tersebut, Lapas Kelas IIA Karawang tidak hanya berhasil memberikan sebuah Pembinaan kepada warga binaan, melainkan turut hadir juga dalam mensukseskan Program Presiden Republik Indonesia Bapak Ir.H. Joko Widodo dalam mewujudkan Ketahanan Pangan, Mencegah Stunting, dan membantu meningkatkan Pelayanan Publik yang sangat Berdampak di bidang pangan.

0 Komentar