Menjelang Lebaran, Pengemis Musiman Marak di Karawang, MUI: "Bantu yang Benar-Benar Membutuhkan"

Pengemis Karawang
Pengemis mulai bermunculan di Kota Karawang.
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri, keberadaan pengemis musiman di berbagai sudut kota Karawang semakin meningkat.

Fenomena ini kerap terjadi setiap tahun, terutama di bulan Ramadan, saat masyarakat lebih terdorong untuk beramal.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang, KH Tajudin Noor, mengatakan bahwa secara moral, para pengemis ini adalah orang-orang yang kurang beruntung secara ekonomi sehingga wajar jika ada masyarakat yang ingin membantu mereka.

Baca Juga:Mengenal Apa itu Generasi Sandwich, dan Mengapa dinamakan Generasi Sandwich?Selain untuk Kecantikan, Ternyata Timun Bermanfaat untuk Kesehatan Loh!

“Bulan Ramadan adalah bulan di mana pahala dilipatgandakan, jadi banyak orang yang ingin berbagi. Saya sendiri juga mengeluarkan zakat profesi di bulan Ramadan karena berkahnya lebih besar,” ujarnya, Selasa (25/3).

Namun, ia menyoroti bahwa tidak semua pengemis benar-benar dalam kondisi membutuhkan. Beberapa di antaranya menjadikan mengemis sebagai modus mencari keuntungan tanpa keterbatasan ekonomi yang sebenarnya.

Menurut KH Tajudin Noor, masyarakat sebaiknya lebih bijak dalam memberikan sedekah. Ia menyarankan agar bantuan diberikan terlebih dahulu kepada orang-orang di sekitar, termasuk keluarga dekat.

“Jika lingkungan kita diperhatikan, insyaallah jumlah pengemis musiman akan berkurang,” katanya. Ia juga menyinggung kurangnya kesadaran sebagian kalangan yang memiliki harta berlebih, seperti pemilik rumah kos besar, dalam menyalurkan zakatnya.

“Padahal, kalau tertib dalam membayar zakat, ini bisa membantu banyak orang yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, keberadaan pengemis musiman di tempat umum sering kali menimbulkan pro dan kontra. Beberapa masyarakat merasa iba dan ingin membantu, tetapi di sisi lain, banyak yang mengeluhkan aktivitas mengemis di perempatan atau pertigaan jalan yang mengganggu ketertiban. KH Tajudin Noor menegaskan bahwa jika keberadaan mereka meresahkan, maka tindakan dari pihak berwenang diperlukan.

“Kalau mereka datang dari rumah ke rumah, saya kira biarkan saja. Tapi kalau sudah mengganggu di jalan raya, itu tugas Satpol PP untuk menertibkan,” katanya.

Baca Juga:Kenapa di Indonesia Damkar lebih Banyak dipanggil Kalau Butuh Pertolongan? Ini dia AlasannyaBukan Tulang, Tapi Enamel Gigi adalah Zat Terkeras pada Tubuh Manusia

Ia meyakini bahwa pihak berwenang sudah memahami cara membedakan mana yang benar-benar membutuhkan dan mana yang sekadar memanfaatkan kebaikan masyarakat.

Sebagai solusi, KH Tajudin Noor mengajak umat Muslim untuk menyalurkan sedekah dan zakat secara lebih terarah, misalnya melalui lembaga resmi atau langsung kepada orang-orang yang dikenal membutuhkan.

0 Komentar