BKN: Pentingnya Objektif Dalam Melakukan Rotasi Mutasi

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia Zudan Arif Fakrulloh.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia Zudan Arif Fakrulloh menyarankan kepala daerah harus objektif dalam melakukan rotasi mutasi pegawai dilingkungan Pemerintah Daerah. --KBE--
0 Komentar

CIKARANG PUSAT, KBEonline.id – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia Zudan Arif Fakrulloh menyarankan kepala daerah harus objektif dalam melakukan rotasi mutasi pegawai dilingkungan Pemerintah Daerah.

“Tujuan utama pemerintahan itu adalah untuk pelayanan publik,”ucapnya usai menghadiri pelantikan PPPK Pemkab Bekasi, di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Rabu (26/3).

Oleh sebab itu, Zudan menyarankan yang pertama untuk melakukan promosi rotasi mutasi dan demosi harus dilakukan secara rasional dan objektif.

Baca Juga:Bupati Bekasi Ingatkan Kepala Dinas Tidak Merekrut Tenaga Honorer BaruAnggota Komisi IV Daddy Rohanady Soroti Penurunan Drastis Tunjangan Perumahan DPRD Indramayu

“Jaga para kinerja ASN. Karena kalau ASN bekinerja tinggi akan meningkatkan dari kinerja Pemerintah Daerah,”ucapnya.

Menurut dia, dengan para pegawai dengan kualitas yang baik dalam menjalankan roda organisasi birokrasi. Maka dengan mudah untuk mencapai tujuan program kerja dalam mensejahterakan masyarakat.

“Jadi begini kita ini ingin meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik dan produktivitas ASN,”jelasnya.

Ia menambahkan ASN ini sudah bekerja dan berkarir begitu panjang. Sehingga sangat penting dalam menjaga stabilitas kinerja para ASN.

“Sehingga penting dilakukan oleh kepala daerah selaku pejabat pembina kepegawaian dalam memberikan jenjang karir yang objektif kepada seorang birokrat yang menjalankan birokrasi dalam pemerintahan,” bebernya.

“Maka didalam karir ASN pendekatan rotasi mutasi harus meritokrasi. Meritokrasi ini tolak ukurnya adalah kompetensi dan kinerja bukan pada kedekatan. Bukan pada balas budi balas jasa dan balas dendam. Tidak boleh,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan mengatakan pentingnya bagaimana merangsang para kinerja pegawai di lingkungan Pemkab Bekasi.

Baca Juga:Pemerintah Pastikan Kelancaran Arus Mudik, Antisipasi Kemacetan dan CuacaDPRD Karawang Monitoring Arus Mudik di Pos Pam Angkutan Lebaran 2025 Tanjungpura

“Kami saat ini sedang Pansus LKPJ tahun anggaran 2024. Kami lihat rencana kerja hanya dilakukan seperti rutinitas bahkan diduga kuat hanya Copy paste,”ucapnya.

Menurut dia, hal ini harus menjadi perhatian bersama untuk mencapai tujuan bersama. Bagaimana Kabupaten Bekasi ke depan lebih baik.

“Dalam rapat pansus ada temua kami yang dinilai sangat miris. Sebab ada salah satu OPD anggarannya puluhan miliar. Tapi tujuan kerjanya tidak jelas. Sebab hanya untuk biaya pegawai yang rutinitas dan untuk Alat Tulis Kantor (ATK),”ucapnya.

0 Komentar