Sangat Unik! Ternyata Lumba-lumba Memiliki Nama untuk Dipanggil oleh Lumba-lumba Lain

Lumba-lumba Memiliki Nama untuk Dipanggil oleh Satu Sama Lain
Ilustrasi Gambar Lumba-lumba Memiliki Nama (National Geographic Indonesia)
0 Komentar

KBEonline.id – Mamalia laut ini memang terkenal akan kecerdasannya. Lumba-lumba, yang termasuk dalam ordo cetacea bersama paus dan pesut, dianggap oleh para peneliti di seluruh dunia sebagai hewan paling cerdas kedua setelah manusia.

Lumba-lumba memiliki sistem sonar yang unik untuk berkomunikasi dan mendeteksi rangsangan di sekitarnya. Sistem ini memungkinkan mereka menghindari objek yang ada di depan, sehingga terhindar dari benturan.

Penelitian dari Universitas St. Andrews di Skotlandia mengungkapkan bahwa lumba-lumba tampaknya berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan siulan khas saat bertemu di alam liar. Menariknya, mereka dapat merespons panggilan seolah-olah mereka dipanggil dengan nama mereka sendiri.

Baca Juga:Apakah Benar Badan Keringetan Langsung Mandi Bisa Panuan? Inilah PenjelasannyaBenarkah Zat Karsinogen yang Terkandung dalam Kantong Teh Celup dapat Memicu Kanker? Ini Dia Penjelasannya

Setiap lumba-lumba memiliki “nama panggilan” unik yang teridentifikasi melalui siulan mereka. Ketika rekaman siulan ini diputar, lumba-lumba akan merespons sinyal identitasnya sendiri, mirip dengan cara manusia merespons nama mereka.

Di Hawaii, peneliti memisahkan induk dan anak lumba-lumba tetapi menghubungkan mereka melalui “telepon” bawah air untuk melihat apakah mereka dapat berkomunikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah berinteraksi dengan siulan, keduanya tidak hanya mengenali satu sama lain, tetapi juga menikmati percakapan yang panjang.

Selain itu, para peneliti meyakini bahwa lumba-lumba berbagi informasi tentang lokasi berburu, memiliki istilah khusus untuk ikan dan rumput laut, serta memperingatkan satu sama lain tentang hiu dan meminta bantuan saat diperlukan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lumba-lumba berkomunikasi dalam berbagai cara seperti kicauan, jeritan, dan siulan.

Lumba-lumba juga menggunakan klik frekuensi tinggi dan semburan klik dalam proses ekolokasi. Klik ini berlangsung antara 50 hingga 128 mikrodetik dengan frekuensi tertinggi mencapai sekitar 300 kHz. Dengan sonar ini, lumba-lumba dapat menciptakan gambaran mental tentang objek di sekitarnya. Kemampuan sonar mereka sangat akurat sehingga bisa membedakan antara berbagai bahan seperti plastik, logam, dan kayu hingga jarak 100 kaki.

Lumba-lumba lainnya dapat “mendengarkan” ekolokasi ini untuk memahami apa yang sedang dilihat oleh rekannya. Mamalia cetacea lainnya seperti paus juga menggunakan ekolokasi untuk mendeteksi manusia, lumba-lumba lain, makanan, dan predator.

(Vionisya Citra)

0 Komentar