Demo Rusuh di Karawang, Ratusan Massa Kena Gas Air Mata, Puluhan Kena Pentungan, Mahasiswa Kecam Polisi

Mahasiswa Kecam Polisi
Mahasiswa Kecam Polisi
0 Komentar

KBEonline.id – Himpunan Mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat, pelajar, dan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Karawang pada Jumat (29/8/2025). Aksi tersebut berlangsung ricuh setelah massa menuding aparat kepolisian bertindak represif terhadap demonstran.

Anggota HMI Cabang Karawang, Kelvin Akbar, menyatakan bahwa aksi kali ini merupakan bentuk protes atas tindakan aparat yang dinilai melanggar hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Ia mengecam keras langkah Polres Karawang yang sebelumnya menangkap puluhan pelajar dan massa aksi saat hendak berangkat menuju Jakarta.

“Bagi kami, penangkapan itu adalah bentuk pelanggaran konstitusional. Bukannya dilindungi, aspirasi massa justru diintimidasi,” kata Kelvin.

Baca Juga:Kejari Karawang Peringati Hari Lahir ke-80 dengan Jalan Sehat dan Sunatan MassalKepala Desa Wadas Minta BGN Libatkan Pemerintahan Desa, Isu SPPG Kambud Dibahas di DLH Karawang

Kelvin juga menilai, tindakan aparat dalam aksi kali ini telah menimbulkan banyak korban. Menurutnya, ratusan massa terkena gas air mata, sementara puluhan lainnya sempat ditangkap dan bahkan mengalami pemukulan saat berada dalam pengamanan polisi.

“Yang kena gas air mata hampir ratusan, yang ditangkap puluhan. Ada yang dipukul, dibebaskan, lalu ditangkap lagi. Pola ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

HMI bersama koalisi organisasi pemuda dan pelajar menegaskan tuntutannya agar seluruh demonstran yang masih ditahan segera dibebaskan. Selain itu, mereka meminta agar biaya perawatan korban luka akibat aksi represif aparat ditanggung penuh oleh pihak kepolisian.

Sebagian besar peserta aksi disebut berasal dari kalangan pelajar SMA, SMK, hingga mahasiswa dari berbagai kampus di Karawang. Massa juga mendapat dukungan dari komunitas pengemudi ojek online yang turut menyuarakan protes.

Kelvin menambahkan, aksi ini menjadi simbol bahwa masyarakat Karawang tidak akan tinggal diam jika pemerintah maupun aparat kepolisian bertindak sewenang-wenang.

“Kami pastikan aksi tidak akan berhenti sampai tuntutan kami dipenuhi. Karawang akan terus melawan jika rakyatnya ditindas,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui adanya kesalahan dan berjanji akan bertanggung jawab atas tindakan aparat yang menimbulkan korban.

Baca Juga:Pupuk Kujang Bangun Akses Wisata Situ Kamojing, Dongkrak Ekonomi WargaPolemik Siswa Bawa Motor, DPRD Karawang Tekankan Pengawasan Orang Tua dan Sekolah

“Polres Karawang siap menanggung biaya perawatan korban dan kami akan segera membebaskan masa yang ditahan dalam keadaan sudah terobati. Kami minta data massa yang terluka untuk segera melapor agar dapat ditangani,” kata Fikri. Ia juga menegaskan pihaknya terbuka menerima aspirasi masyarakat serta mengapresiasi massa aksi yang telah menyampaikan pendapatnya secara langsung.(Aufa)

0 Komentar