kbeonline.id – Persib Bandung kembali merasakan pentingnya kontribusi Federico Barba dalam struktur pertahanan mereka. Bek asal Italia itu menjadi sosok yang mampu menghadirkan ketenangan, organisasi, dan kualitas teknis yang sulit digantikan.
Ketidakhadirannya saat Persib menghadapi Selangor FC menjadi bukti nyata. Pada laga tersebut, Persib harus kebobolan dua gol dan kehilangan rekor lima clean sheet beruntun di semua kompetisi, meski akhirnya menang 3-2.
Bagi Persib, Barba bukan sekadar pemain belakang, tapi figur yang memengaruhi ritme permainan sejak fase build-up. Rekam jejaknya saat membawa Como 1907 promosi ke Serie A menegaskan pengalaman dan kualitas yang ia miliki.
Baca Juga:Hasil Lengkap Pekan ke-12 BRI Super League 2025-2026: Persija Menyalip, Borneo Tak TerhentikanEduardo Perez Tanggapi Kritik dengan Tenang, Fokus Benahi Performa Persebaya
Dampak Barba dalam Membangun Serangan dari Belakang
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui bahwa keberadaan Barba bukan hanya memperkuat sisi defensif, tetapi juga memberi kenyamanan dalam penguasaan bola. Hodak menyebut kemampuan membaca permainan dan ketenangan Barba menjadi kunci saat tim berada di bawah tekanan.
“Barba pemain berpengalaman, ia bisa membaca permainan dengan baik. Secara teknik, dia bagus ketika memainkan bola. Ini banyak membantu kami. Saat berada di bawah tekanan, kami memerlukan pemain yang tenang,” ujar Hodak.
Dengan penguasaan bola yang stabil dari lini belakang, para gelandang dan pemain sayap Persib mendapatkan waktu lebih banyak untuk bergerak mencari ruang. Hal ini membuat aliran bola Persib lebih cair dan mengurangi risiko kesalahan pada area berbahaya.
“Ketika dia memegang bola, pemain di depannya bisa punya waktu mencari ruang. Ini sangat membantu kami,” lanjut Hodak.
Sosok Pemimpin yang Dibutuhkan Persib
Selain kualitas teknis, Barba juga dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Hal inilah yang menurut Hodak membedakan Barba dari rekan duetnya, Patricio Matricardi, yang lebih pendiam.
“Barba pemain berpengalaman, dia punya jiwa pemimpin. Julio dan Pato adalah pemain bagus, tapi mereka pendiam, terutama Pato. Barba punya itu, dan ini salah satu alasan kami merekrutnya,” jelas Hodak.
Dengan kombinasi teknik, pengalaman, serta jiwa kepemimpinan, Barba menjadi elemen vital dalam menjaga stabilitas Persib musim ini. Ketenangan yang ia suguhkan bukan hanya membantu pertahanan, tetapi juga memberi fondasi kuat bagi Persib dalam membangun serangan dan menjaga identitas permainan.
