Viral! Minimarket hingga Gudang Bulog Dijarah Usai Banjir Besar di Tapteng, Warga Mengaku Tak Punya Makanan

Minimarket hingga Gudang Bulog Dijarah Usai Banjir Besar di Tapteng.
Viral! Minimarket hingga Gudang Bulog Dijarah Usai Banjir Besar di Tapteng, Warga Mengaku Tak Punya Makanan.
0 Komentar

KBEonline.id – Terjadi situasi darurat di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, usai ratusan warga nekat menjarah sejumlah minimarket hingga gudang Bulog di wilayah itu, Sabtu (29/11/2025).

Penjarahan dilakukan karena para korban terdampak banjir ini kesulitan pasokan makanan usai bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu sejak awal pekan.

Bencana tersebut tidak hanya merusak pemukiman warga, tetapi juga memutus akses utama yang menjadi jalur distribusi logistik.

Baca Juga:NasDem Gerakkan Seluruh Kader untuk Tanggap Darurat Bencana di SumatraPertamina Patra Niaga Regional JBB Tindaklanjuti Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di SPBU 34.41203

Meski bantuan sudah disalurkan ke lokasi terdampak, warga mengaku distribusi bantuan belum merata.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial (medsos), tampak warga berbondong-bondong masuk ke minimarket dan mengambil berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, air mineral, hingga produk rumah tangga.

Dengan alasan kondisi kritis, membuat banyak masyarakat kesulitan mendapatkan suplai makanan dalam beberapa hari terakhir.

Dikabarkan minimnya stok pangan di rumah dan belum optimalnya penyaluran bantuan membuat warga terpaksa mengambil langkah ekstrem demi memenuhi kebutuhan harian.

Akses jalan yang rusak parah akibat banjir dan longsor membuat kendaraan logistik tidak dapat masuk ke beberapa titik terdampak.

Di beberapa wilayah, jalan sepenuhnya tertutup material longsor, sementara jembatan penghubung ikut terputus.

Hingga saat ini, proses perbaikan masih dilakukan secara bertahap. Sementara itu, upaya pengiriman bantuan melalui jalur udara juga terhambat cuaca buruk yang melanda wilayah pantai barat Sumatera tersebut.

Kondisi ini memaksa warga bertahan dengan persediaan terbatas.

Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Regional JBB Hadirkan Inovasi Pemberdayaan Unik Kampung SirihBanjir Terjang Pabrik Pupuk Iskandar Muda, Begini Strategi Pupuk Indonesia Jaga Stok Pupuk di Sumatera

Banyak keluarga mengaku hanya mengandalkan air bersih dan makanan instan yang tersisa, sementara harga bahan pokok di pasar melonjak tajam akibat kelangkaan pasokan.

Situasi semakin tak menentu ketika bantuan pemerintah belum merata menyentuh seluruh titik terdampak, terutama daerah yang benar-benar terisolasi.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan telah membenarkan aksi penjarahan tersebut.

“Benar. Saat ini tengah ditangani oleh polres. Kami terus memantau situasi, mengumpulkan informasi dan barang bukti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aparat telah dikerahkan untuk mengendalikan keadaan agar tidak terjadi tindakan anarkis yang lebih luas.

0 Komentar