Apa itu Leptospirosis? Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Penyakit Leptospirosis.
Apa itu Leptospirosis? Gejala, Penyebab dan Penanganannya. (freepik)
0 Komentar

KBEOnline.id – Musim hujan yang disertai banjir bukan hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit menular dari hewan, seperti leptospirosis akibat air tercemar urin tikus serta kasus gigitan ular yang cenderung naik.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan Guru Besar FKUI/RSCM Prof Ari Fahrial Syam mengatakan selain penyakit tetanus penyakit yang perlu diantisipasi jika berhubungan dengan pembersihan lokasi banjir adalah penyakit leptospirosis. Penyakit ini acap kali muncul setelah banjir.

Apa itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.

Baca Juga:Bukti Nyata Komitmen LPCK Terhadap KeberlanjutanFavehotel Karawang Sambut Tahun Baru 2026 dengan Paket Spesial “End Year Stay”

Penyakit ini dapat menyerang berbagai jenis hewan, termasuk manusia, dan sering dikaitkan dengan lingkungan yang terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus.

Penularan Leptospirosis

Penyakit ini terjadi karena pasien tertular melalui paparan dengan kotoran tikus.

Penyakit leptospirosis juga dikenal dengan penyakit demam kuning.

Karena memang pasien dengan leptospirosis ini mengalami demam tinggi, menggigil, mual, muntah dan mata, kulit serta buang air kecil berwarna kuning.

Karena memang infeksi ini menyerang liver maka sering disebut hepatitis non virus.

Yang menjadi masalah lain adalah komplikasi leptospirosis dapat menyebabkan terjadi gagal ginjal akut, pankreatitis, meningitis dan perdarahan jika infeksi setelah berlangsung sistemis.

Penyebab:

Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai cara, seperti:

Kontak langsung dengan urine, darah, atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi.Kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi.Luka terbuka pada kulit atau membran mukosa (mata, hidung, mulut) yang terpapar zat yang terkontaminasi.

Baca Juga:Kembali Menguat! Harga Perak Antam Hari Ini 2 Desember 2025 Melonjak Sentuh Rp 35.925 Per Gram10 Ide Bisnis Kuliner Ramadan Paling Laris yang Diburu Pembeli

Gejala:

Gejala leptospirosis bisa mirip dengan flu, namun bisa juga menjadi lebih parah dan bahkan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat. Gejala umum meliputi:

  • Demam tinggi, terkadang disertai menggigil.
  • Nyeri otot, terutama pada betis.
  • Sakit kepala.
  • Mata merah.
  • Mual dan muntah.
  • Kuning pada kulit dan mata (jaundice).
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Perdarahan.

Pencegahan:

Pencegahan leptospirosis meliputi:

0 Komentar