MUI Kabupaten Bekasi Wisuda Angkatan III PKU: Cetak Ulama Fikih Berbasis Teknologi Informasi

MUI Kabupaten Bekasi Wisuda Angkatan III PKU: Cetak Ulama Fikih Berbasis Teknologi Informasi
MUI Kabupaten Bekasi Wisuda Angkatan III PKU.
0 Komentar

KBEonline.id- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menggelar Wisuda Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan III Tahun 2025 M/1447 H dengan konsentrasi Ulama Ahli Fikih Berbasis Teknologi Informasi, yang di berlangsung di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang pada Rabu (10/12/2025) .

Direktur PKU MUI Kabupaten Bekasi, Ahmad Fathonih, menjelaskan bahwa PKU merupakan upaya strategis MUI dalam mencetak kader ulama masa depan yang tidak hanya kuat dalam penguasaan kitab, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika dakwah digital.

“Banyak MUI yang menjalankan program Pekau, tapi tidak berkelanjutan. Di Bekasi, kami rumuskan ulang agar PKU benar-benar menjadi proses pencetakan kader ulama masa depan. Dan hari ini adalah PKU angkatan ketiga,” kata Ahmad Fathonih kepada Cikarang Ekspres.

Baca Juga:Karyawan Training Terra Drone Jadi Korban Kebakaran, Jenazah Dipulangkan ke CikarangRESMI: Line Up Persib Bandung vs Bangkok United, Laga Hidup Mati di Gelora Bandung Lautan Api

Ia menyebut, angkatan pertama fokus tafsir, angkatan kedua hadis, dan angkatan ketiga diberikan pendalaman fikih dengan penguatan keterampilan teknologi informasi.

Fathonih menilai bahwa dakwah modern tidak lagi cukup berlangsung dari majelis ke majelis. Perkembangan zaman menuntut ulama hadir di ruang digital.

“Oleh karena itu, mereka dibingkai, diberikan keterampilan IT. Kami ingin mereka menjadi dai dan ulama yang mampu berdakwah lebih luas, bukan hanya di masjid, tapi juga melalui YouTube, media sosial, dan konten digital,” jelasnya.

Selama 6 bulan pembelajaran, peserta menjalani perkuliahan setiap Sabtu dan Minggu. Sebulan penuh dikhususkan untuk penguasaan IT: membuat narasi, konten, memanfaatkan media sosial, hingga riset digital. Lima bulan berikutnya difokuskan pada pendalaman fikih.

Seleksi dilakukan ketat melalui tes CAT, wawancara lisan, tes baca kitab, penilaian moderasi beragama, hingga kemampuan teknologi. Dari 140 pendaftar, hanya 40 peserta yang lolos dan dibagi dalam dua kelas.

“Mereka harus disiplin. Lebih dari tiga kali absen langsung tidak lulus. Alhamdulillah seluruh peserta memenuhi standar kelulusan,” katanya.

Para peserta juga menghasilkan karya ilmiah yang kini disatukan dalam buku setebal 650 halaman, hasil pembelajaran dan penugasan selama program berlangsung.

Baca Juga:Efek Kreator yang Berteleportasi: Bagaimana Penghapusan Latar Belakang Memungkinkan Kamu Merekam di Mana SajaMILITER SADIS, Nobar Bola SEA Games Dibom, 18 Aktivis Pro Demokrasi Tewas Bergelimpangan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, memberikan apresiasi terhadap konsistensi MUI Bekasi dalam menyiapkan ulama yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.

0 Komentar