kbeonline.id – PSIM Yogyakarta mulai menyiapkan langkah strategis menjelang bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025-2026. Manajemen bersama tim pelatih berencana meminjamkan sejumlah pemain yang minim mendapatkan menit bermain. Kebijakan ini bukan semata-mata untuk merampingkan skuad, melainkan bagian dari strategi pengembangan pemain jangka menengah dan panjang.
Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul van Gastel, menjelaskan bahwa peminjaman pemain adalah keputusan yang sudah dipikirkan secara matang. Ia menilai, beberapa pemain akan mendapatkan manfaat lebih besar jika memperoleh jam terbang reguler bersama klub lain, ketimbang hanya menjadi pelapis di Laskar Mataram.
Fokus Utama: Menit Bermain dan Perkembangan Pemain
Van Gastel menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyebutkan nama-nama pemain yang akan dipinjamkan. Namun, ia menjabarkan filosofi di balik kebijakan tersebut.
Baca Juga:Bojan Hodak Puas, Penyerang Persib Tak Hanya Tajam tapi Juga Disiplin BertahanFajar Fathurrahman: Borneo Tetap Borneo, Kami Akan Bangkit
“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi bagi saya, sejak pramusim sudah jelas bahwa untuk beberapa pemain, akan lebih baik jika mereka bermain demi perkembangan mereka,” ujar pelatih asal Belanda itu.
Menurutnya, pemain yang masih terikat kontrak jangka panjang justru perlu mendapatkan pengalaman kompetitif sebanyak mungkin. Jika mereka belum siap bersaing di level utama PSIM, maka bermain di klub lain menjadi solusi terbaik.
“Saya lebih memilih mereka bermain di tempat lain, berkembang, mendapatkan pengalaman, lalu kembali sebagai pemain yang lebih baik,” lanjut Van Gastel.
Bagian dari Strategi Jangka Panjang PSIM
Lebih jauh, Van Gastel menegaskan bahwa rencana peminjaman ini bukan keputusan sementara. Ia melihatnya sebagai bagian dari pembangunan tim secara berkelanjutan, terutama jika dirinya masih dipercaya menangani PSIM pada musim berikutnya.
“Ini bukan berarti saya hanya ingin mengirim pemain pergi. Saya melakukannya dengan sengaja. Jika saya tetap di sini musim depan, saya lebih memilih pemain yang sudah bermain enam bulan di tim lain,” jelasnya.
Dengan cara tersebut, PSIM berpotensi memiliki skuad yang lebih matang secara mental dan teknis ketika para pemain itu kembali. Van Gastel pun menilai tidak ada sisi negatif dari kebijakan ini, baik bagi klub maupun pemain.
