kbeonline.id – Tren positif Persib Bandung di ajang BRI Super League 2025-2026 akhirnya harus terhenti. Tim berjuluk Pangeran Biru itu menelan kekalahan saat bertandang ke markas Malut United dalam laga tunda kompetisi. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kie Raha, Ternate, Minggu (14/12/2025), berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Persib yang sebelumnya sedang berada dalam performa cukup stabil. Selain gagal membawa pulang poin, kekalahan tersebut juga menegaskan bahwa perjalanan Persib musim ini jauh lebih menantang dibandingkan musim sebelumnya.
Kontras dengan Musim Juara Tak Terkalahkan
Jika menilik ke belakang, Persib Bandung tampil luar biasa pada Liga 1 2024-2025. Saat itu, Maung Bandung berhasil keluar sebagai juara dengan catatan impresif tanpa satu pun kekalahan sepanjang musim. Konsistensi permainan, kekompakan tim, serta kedalaman skuad menjadi kunci keberhasilan mereka.
Baca Juga:PSIM Yogyakarta Siap Pinjamkan Sejumlah Pemain di Paruh Musim, Ini Alasan Jean-Paul van GastelBojan Hodak Puas, Penyerang Persib Tak Hanya Tajam tapi Juga Disiplin Bertahan
Namun, situasi berbeda harus dihadapi Persib pada Super League 2025-2026. Hingga pertengahan musim, Persib sudah menelan tiga kekalahan. Selain dari Malut United, mereka sebelumnya juga tumbang saat menghadapi Persijap Jepara dan Persita Tangerang. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa mempertahankan dominasi bukanlah perkara mudah.
Bojan Hodak Soroti Banyaknya Wajah Baru
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tak menampik adanya perbedaan besar antara kondisi tim musim lalu dan musim ini. Menurutnya, faktor utama terletak pada komposisi pemain.
“Ini musim yang berbeda. Musim lalu mayoritas pemain kami sudah lama bermain bersama dan saling memahami,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Musim ini, Persib melakukan perombakan besar-besaran. Total 22 pemain baru didatangkan pada awal kompetisi, termasuk seluruh pemain asing yang merupakan rekrutan anyar. Kondisi ini membuat tim membutuhkan waktu lebih panjang untuk membangun chemistry di atas lapangan.
“Bahkan saat ini juga kami belum sempurna,” tambahnya.
Evaluasi di Lini Pertahanan dan Serangan
Bojan Hodak mengakui masih ada beberapa aspek permainan yang perlu segera dibenahi. Dua sektor utama yang menjadi sorotan adalah pertahanan dan proses membangun serangan.
