KBEonline.id- Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 62 kasus varian influenza Subclade K atau Super Flu sejak Agustus 2025.
Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Seiring meningkatnya kewaspadaan nasional, Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mengambil langkah antisipatif meski hingga kini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayah dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Baca Juga:Rahasia Bersih Total, B ERL Makeup Remover vs Cuci Muka Biasa!Udah Nyobain Cushion BERL Healthy Glaze? Glowing Sehat Tanpa Berat, Gen Z Wajib Punya!
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan kondisi Kabupaten Bekasi masih aman berdasarkan laporan Dinas Kesehatan. Kendati demikian, ia meminta seluruh jajaran tetap bersiaga dan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Kesehatan.
“Sampai saat ini, berdasarkan laporan yang saya terima dari Dinas Kesehatan, belum ada kasus Super Flu di Kabupaten Bekasi,” ujar Asep Surya Atmaja kepada Cikarang Ekspres, Sabtu (3/1).
Sebagai langkah kewaspadaan, Pemkab Bekasi telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pemantauan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas diminta siaga melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel terhadap pasien dengan gejala influenza.
Asep juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan, terutama di tengah musim pancaroba yang rawan penyakit menular.
“Masyarakat diimbau menggunakan masker, terutama saat berada di luar ruangan atau di tempat keramaian,” katanya.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak menyepelekan gejala flu pada anak-anak.
“Jika anak terserang flu, segera periksakan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jika diduga Super Flu, langkah medis akan langsung dilakukan,” jelasnya.
Baca Juga:7 Wisata Karawang Rp15 Ribu Viral Gen Z – Fotoable, Asik, Dekat Purwakarta, Weekend Healing Tanpa Bokek!Perusahaan Komunikasi Gobal Ericsson Tunjuk Nora Wahby sebagai Presiden Direktur Ericsson Indonesia
Selain itu, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, konsumsi vitamin, dan olahraga rutin.
“Virus biasanya menyerang ketika daya tahan tubuh menurun,” ucap Asep.
Terkait kesiapan pemerintah daerah, ia memastikan koordinasi lintas sektor akan diperkuat dalam waktu dekat.
“Hari Senin kami akan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membahas teknis penanganan,” pungkasnya. (Iky)
