Hujan Deras Banjir Dimana-mana, Bekasi Utara Seperti Ini

Banjir bekasi
Hujan Deras Bekasi Utara terendam banjir.
0 Komentar

KBEonline.id – Cuaca ekstrem kembali menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir dan utara Kabupaten Bekasi. Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang sejak Senin (12/01) dinihari tidak hanya memicu banjir dan pohon tumbang di sejumlah kecamatan, tetapi juga memperlihatkan kerentanan kawasan permukiman terhadap bencana hidrometeorologi yang kian berulang.

Menariknya, banjir kali ini disebut sebagai banjir hujan pertama yang terjadi di kawasan tersebut, berbeda dengan banjir rob yang selama ini kerap dialami warga.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Bekasi, insiden pohon tumbang dilaporkan terjadi di beberapa desa, seperti Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya serta Desa Setialaksana dan Jayalaksana di Kecamatan Cabangbungin.

Baca Juga:3 Hari Cibuaya Direndam Banjir Selutut, Camat Opa: Dampak Kesehatan Mulai Dirasakan WargaHujan Deras dan Air Rob Rendam Cibuaya, Begini Penampakan Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Tokoh Pemuda Kampung Paljaya, Sulaeman (26), mengatakan wilayahnya memang biasa tergenang saat air laut pasang. Namun, banjir yang terjadi kali ini murni disebabkan curah hujan tinggi dan sistem pembuangan air yang tidak memadai.

“Kalau di sini memang biasa banjir, tapi itu banjir air rob. Kalau banjir hujan seperti sekarang, baru pertama kali,” ujar Sulaeman kepada Cikarang Ekspres, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, saluran pembuangan air di wilayah tersebut hanya mengandalkan pipa-pipa paralon berukuran kecil sehingga aliran air berjalan lambat dan tidak mampu menampung debit hujan yang besar dan berlangsung lama.

“Pembuangannya kecil-kecil, lewat pipa paralon. Hujannya besar dan lama, akhirnya air nggak kebuang dan rumah-rumah warga tergenang,” katanya.

Sulaeman menegaskan, saat kejadian air laut dalam kondisi surut dan tidak terjadi rob. Namun, air hujan justru menggenangi permukiman warga hingga setinggi sedengkul orang dewasa. Genangan juga merendam area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan kawasan sekitar pelabuhan.

Menurutnya, banjir diperparah dengan keberadaan dam di sekitar kawasan TPI yang memperlambat aliran air. Selain itu, proses penataan dan pembangunan TPI dinilai belum mengutamakan sistem drainase.

“Penataan TPI masih berjalan. Tapi yang jadi masalah, pembuangan airnya nggak diutamakan dulu. Dampaknya ya ke warga,” ungkapnya.

Baca Juga:Hari Pertama Masuk Sekolah Siswa SMK di Karawang Malah Nongkrong di Galuh MasBupati Karawang H. Aep Syaepuloh secara resmi mengukuhkan Ketua dan Wakil Ketua I FKUB

Akibat banjir tersebut, lebih dari 40 rumah warga terdampak. Meski akses jalan masih dapat dilalui kendaraan, sejumlah pengendara motor, khususnya motor matik, mengalami kendala saat melintas.

0 Komentar