KBEonline.id- Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Bekasi akibat kondisi hidrometeorologi. Hingga Rabu (14/1/2026) pukul 13.00 WIB, sebanyak 6.250 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang merendam 13 desa di empat kecamatan, yakni Muaragembong, Babelan, Tarumajaya, dan Cabangbungin.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, ketinggian muka air (TMA) bervariasi antara 10 sentimeter hingga 100 sentimeter, bergantung pada karakteristik wilayah serta luapan sungai dan sistem drainase.
Di Kecamatan Babelan, banjir merendam Desa Buni Bakti, Muara Bakti, Hurip Jaya, dan Kedung Pengawas. Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai satu meter. Sementara di Kecamatan Tarumajaya, banjir menggenangi Desa Segarajaya dengan TMA berkisar 10-40 sentimeter.
Baca Juga:KPK Dalami Aktivitas HM Kunang Lewat Sopir Pribadi, Banyak Rahasia TerungkapDari Kulit Biasa Jadi Bikin Penasaran Orang! AGB Active Glow Booster Serum, Andalan Buat Kulit Makin Glowing
Adapun di Kecamatan Cabangbungin, banjir terjadi di enam desa, yakni Sindangjaya, Lenggahjaya, Lenggasari, Setialaksana, Jayalaksana, dan Setiajaya, dengan ketinggian air antara 10-60 sentimeter. Sedangkan di Kecamatan Muaragembong, wilayah terdampak meliputi Desa Jayasakti dan Desa Pantai Harapan Jaya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak akhir Desember hingga Januari, sebagaimana disampaikan dalam informasi perakhiran cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Mitigasi sudah kami lakukan dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat agar bersiap. Jika terjadi banjir, warga kami imbau melakukan evakuasi mandiri sesuai kondisi di lapangan,” ujar Muchlis kepada Cikarang Ekspres.
Ia menyebutkan, hingga laporan terakhir terdapat sekitar 12 titik banjir di Kabupaten Bekasi. Namun, sebagian besar wilayah terdampak mulai berangsur surut. BPBD masih terus menghimpun data rinci terkait lokasi dan dampak banjir di masing-masing kecamatan.
Terkait laporan tanggul jebol, Muchlis mengungkapkan terdapat satu kejadian di Kecamatan Babelan akibat tingginya debit air. Penanganan saat ini tengah dilakukan, termasuk di Desa Sukamulya. Selain itu, BPBD juga meninjau genangan di Desa Huripjaya yang kerap mengalami banjir berulang.
“Kami bersama tim dan jajaran pemerintah daerah akan meninjau langsung ke lokasi. Harapannya ke depan ada penanganan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, menyampaikan hingga Rabu siang belum ada laporan warga yang mengungsi. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif.
