kbeonline.id – Persib Bandung memang menutup paruh pertama BRI Super League 2025-2026 sebagai juara paruh musim, namun status tersebut tidak membuat sang pelatih, Bojan Hodak, merasa sepenuhnya puas. Pelatih asal Kroasia itu justru menilai masih ada pekerjaan rumah (PR) penting yang harus segera diselesaikan sebelum memasuki putaran kedua kompetisi.
Kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026), memastikan Persib berada di puncak klasemen. Namun, posisi Maung Bandung belum sepenuhnya aman karena hanya unggul satu poin dari Borneo FC yang terus membayangi di peringkat kedua.
Penalti Jadi Sorotan Utama
Salah satu aspek yang paling disorot Bojan Hodak adalah buruknya eksekusi penalti Persib sepanjang putaran pertama. Menurutnya, kegagalan memanfaatkan peluang emas dari titik putih berpotensi merugikan tim dalam persaingan gelar yang sangat ketat.
Baca Juga:Kejar Menit Bermain, Malut United Pinjamkan Vico Duarte ke Dewa UnitedJordi Amat Yakin Persija Akan Bangkit Lebih Kuat Usai Kekalahan dari Persib
“Lihat, kami memang berada di posisi pertama liga dan tentu saya senang dengan pencapaian itu. Tapi di sisi lain, kami masih bisa tampil lebih baik. Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti, bahkan ada lima penalti yang tidak berbuah gol,” ujar Hodak seperti dikutip dari laman resmi I.League.
Hodak menilai, penyelesaian akhir dari situasi penalti harus menjadi fokus latihan khusus agar tidak kembali menjadi titik lemah di putaran kedua.
Masalah Konsentrasi di Menit Akhir
Selain penalti, konsentrasi pemain di menit-menit akhir laga juga menjadi perhatian serius sang pelatih. Hodak mencatat, Persib beberapa kali kehilangan poin akibat kebobolan di fase krusial pertandingan.
“Kami kebobolan di menit-menit akhir dalam dua hingga tiga pertandingan dan itu membuat kami kehilangan poin. Memang di beberapa laga kami juga mencetak gol di menit akhir, tetapi konsistensi tetap menjadi masalah,” jelasnya.
Menurut Hodak, tim juara harus mampu menjaga fokus penuh selama 90 menit, terutama ketika menghadapi tekanan lawan di penghujung pertandingan.
Fokus Jaga Puncak Klasemen
Menatap putaran kedua, Persib tidak memiliki banyak ruang untuk lengah. Jadwal padat dan persaingan papan atas menuntut performa stabil di setiap laga.
