Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Membuat Banyak Orang Menjadi Miskin ‎

Kebiasaan yang membuat kita miskin
Kebiasaan yang membuat kita miskin
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Banyak orang merasa penghasilannya sudah cukup, namun entah mengapa uang selalu habis sebelum akhir bulan. Tanpa disadari, penyebabnya bukan semata gaji kecil, melainkan kebiasaan-kebiasaan sepele yang dilakukan hampir setiap hari.

‎Salah satunya adalah membeli kopi di coffee shop. Segelas kopi mungkin hanya terasa belasan hingga puluhan ribu rupiah. Namun ketika dilakukan hampir setiap hari, pengeluaran kecil itu bisa membengkak menjadi ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dalam sebulan.

‎Kebiasaan berikutnya adalah belanja karena diskon. Label potongan harga sering kali membuat seseorang merasa sedang berhemat. Padahal, yang dibeli sebenarnya bukan kebutuhan utama. Alih-alih menghemat, diskon justru mendorong pengeluaran yang tidak perlu.

Baca Juga:‎Tak Perlu Daging Mahal, Ini Deretan Ikan Murah dengan Protein Tinggi yang Mudah Ditemukan ‎Maarten Paes Sepakat Gabung Persib Bandung, Namun Masih Ada Kendala!

‎Selain itu, banyak orang gemar jajan dengan alasan self reward. Memberi hadiah pada diri sendiri memang penting, namun jika setiap lelah sedikit harus dibalas dengan jajan, kopi mahal, atau makanan kekinian, keuangan akan perlahan terkuras.

‎Tak kalah berpengaruh adalah langganan aplikasi berbayar. Mulai dari streaming, musik, hingga aplikasi edit atau produktivitas. Biayanya terlihat kecil per bulan, tetapi jika dikumpulkan, jumlahnya cukup signifikan, apalagi jika jarang digunakan.

‎Fenomena healing tiap minggu juga menjadi kebiasaan baru. Liburan singkat, nongkrong, staycation, atau sekadar jalan-jalan memang menyenangkan. Namun jika dilakukan terus-menerus tanpa perencanaan, healing justru berubah menjadi sumber masalah finansial.

‎Terakhir, penggunaan ojek online atau layanan transportasi daring secara berlebihan. Kenyamanan dan kepraktisan sering membuat orang enggan berjalan kaki atau menggunakan transportasi alternatif yang lebih murah. Tanpa sadar, biaya harian pun meningkat.

‎Para perencana keuangan menilai, masalah utama bukan terletak pada satu pengeluaran besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Mengatur ulang prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta lebih sadar dalam mengambil keputusan finansial menjadi kunci agar keuangan tetap sehat.

‎Menghargai diri sendiri itu penting, namun mengontrol kebiasaan juga jauh lebih penting agar masa depan tidak dikorbankan demi kenyamanan sesaat.

0 Komentar