‎10 Provinsi dengan IPK Tertinggi, Kok Jawa Barat Tak Masuk Daftar? ‎

‎10 Provinsi dengan IPK Tertinggi
‎10 Provinsi dengan IPK Tertinggi
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Daftar 10 provinsi dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di Indonesia yang dirilis PDDikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendadak menyita perhatian publik. Pasalnya, dalam daftar tersebut, nama Provinsi Jawa Barat justru tidak tercantum.

‎Padahal, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah perguruan tinggi terbanyak di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Mulai dari kampus-kampus besar hingga perguruan tinggi daerah tersebar hampir di seluruh wilayah, termasuk kawasan penyangga ibu kota.

‎Berdasarkan data yang beredar, posisi pertama ditempati Kalimantan Selatan dengan rata-rata IPK 3,52, disusul Sulawesi Selatan (3,50) dan DKI Jakarta (3,49). Jawa Timur dan Bali menyusul di peringkat keempat dan kelima dengan angka IPK yang sama, yakni 3,49.

Baca Juga:‎Tak Pandang Jabatan! Rumah Plt Bupati Bekasi Ikut Terendam Banjir ‎APES, Pria Tertangkap Tangan Warga Telukjambe Saat Ambil Sabu 

‎Selanjutnya, Daerah Istimewa Yogyakarta berada di peringkat keenam dengan IPK 3,49, diikuti Jawa Tengah (3,48), Sulawesi Utara (3,48), Jambi (3,46), dan Kalimantan Barat (3,46).

‎Ketiadaan Jawa Barat dalam daftar 10 besar ini memunculkan beragam reaksi warganet. Banyak yang mempertanyakan bagaimana provinsi dengan populasi mahasiswa terbesar justru kalah bersaing dari daerah lain dengan jumlah perguruan tinggi yang relatif lebih sedikit.

‎Sejumlah pengamat menilai, tingginya jumlah mahasiswa dan kampus di Jawa Barat tidak otomatis berbanding lurus dengan capaian IPK rata-rata. Faktor kualitas pembelajaran, pemerataan mutu perguruan tinggi, hingga beban akademik mahasiswa disebut turut memengaruhi capaian tersebut.

‎Selain itu, Jawa Barat memiliki karakteristik perguruan tinggi yang sangat beragam, mulai dari kampus unggulan hingga kampus kecil di daerah. Hal ini membuat nilai rata-rata IPK lebih sulit terdongkrak secara signifikan dibandingkan provinsi dengan jumlah perguruan tinggi yang lebih terbatas namun relatif homogen.

‎Meski tak masuk 10 besar, absennya Jawa Barat justru menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan tinggi di provinsi tersebut. Evaluasi kualitas pembelajaran, sistem akademik, serta dukungan terhadap mahasiswa dinilai perlu terus diperkuat agar prestasi akademik dapat meningkat secara merata.

‎Daftar ini pun menjadi pengingat bahwa kuantitas belum tentu menjamin kualitas, dan capaian akademik tetap ditentukan oleh proses pembelajaran yang konsisten serta berkelanjutan.

0 Komentar