KDM Siapkan 'Sekolah Maung', Cetak Manusia Unggul Jawa Barat Mulai 2027

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperkenalkan Sekolah Maung, konsep sekolah vokasi masa depan yang dirancang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperkenalkan Sekolah Maung, konsep sekolah vokasi masa depan yang dirancang untuk melahirkan generasi adaptif, terampil, dan siap bersaing di tingkat global.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan terobosan baru di sektor pendidikan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas pendirian Sekolah Maung, sebuah model sekolah vokasi masa depan yang difokuskan untuk mencetak Manusia Unggul generasi yang adaptif, terampil, dan siap bersaing secara global.

Gagasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube pribadinya.

Dalam penjelasannya, pembangunan fisik Sekolah Maung direncanakan dimulai pada 2026, sementara kegiatan belajar-mengajar ditargetkan berjalan pada 2027.

Baca Juga:Gus Yaqut Ungkap Tak Dilibatkan Saat Jokowi Sepakati Tambahan Kuota Haji 2024Truk Pengangkut Sampah Terguling di TPA Bantargebang, Tak Ada Korban Jiwa

Menurut Dedi, Sekolah Maung bukan sekadar sekolah baru, melainkan konsep pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil pembangunan dan arah ekonomi masa depan Jawa Barat.

“Ini bukan sekolah biasa. Ini sekolah yang disiapkan untuk mencetak manusia unggul,” ujarnya.

Dalam konsep awalnya, Sekolah Maung akan membuka enam jurusan utama yang dinilai memiliki relevansi tinggi dengan perkembangan teknologi, industri, dan potensi wilayah Jawa Barat.

Enam bidang tersebut meliputi teknologi informasi, otomotif, pertanian modern, olahraga, teknik elektro, serta kelautan.

Jurusan-jurusan ini dipilih untuk menjawab kebutuhan tenaga terampil sekaligus memperkuat sektor unggulan daerah.

Dedi menekankan bahwa pendidikan ke depan tidak cukup hanya berorientasi akademik, tetapi harus menghasilkan lulusan yang siap kerja, siap usaha, dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman.

Meski berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Dedi menegaskan Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan skema pembiayaan agar proyek Sekolah Maung tetap dapat berjalan.

Baca Juga:

Ia menyebut, jika dukungan pusat datang, pembangunan dapat dipercepat dan diperluas, namun tanpa itu pun Jawa Barat siap mengeksekusi rencana tersebut.

Tak hanya fokus pada ruang kelas, konsep Sekolah Maung juga mencakup penataan lingkungan sekitar sekolah.

Pemprov Jabar berencana memperbaiki infrastruktur pendukung seperti trotoar ramah pejalan kaki, taman, halte transportasi umum, hingga penerangan jalan di ruas jalan provinsi yang berada di kawasan pendidikan.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan manusiawi.

0 Komentar