Namun di sisi lain, sistem ini sangat berbiaya tinggi, baik dalam proses perhelatan, ataupun cost politik calon, bahkan dikategorikan sangat tidak logis untuk menghasilkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Output lainnya dari pilkada langsung adalah tumbuh subur politik dinasti, politik uang, praktek IJON PROYEK para pengusaha berbaju relawan, IJON PROMOSI JABATAN dari ASN yang dijadikan mesin pemenangan, serta maraknya kasus korupsi dan praktek penyimpangan wewenang Kepala Daerah sebagai raja-raja lokal.
Gus Dur pernah bercerita, konon tiga Presiden dari negara padat penduduk menyempatkan berkunjung ke Yunani, negerinya para dewa. Presiden Cina bertanya kepada dewa tentang perkiraan Cina mencapai kemajuan.
Baca Juga:Dari Indonesia ke Swiss, Apa yang Perlu Diketahui dari WEF Davos 2026?Sebagian Besar Kabupaten Bekasi Masih Terdampak Banjir, 1336 Keluarga Mengungsi
Sang Dewa menjawab sekitar 50 tahun lagi. Presiden Cina menangis mendengar jawaban tersebut. Lalu Presiden India bertanya hal serupa. Sang Dewa menjawab sekitar 70 tahunan. Mendengar itu, Presiden India menangis lebih keras dibanding Presiden China.
Tiba giliran Presiden Indonesia mengajukan pertanyaan yang sama. Sang Dewa tak menjawab, malah terdiam membisu, tiba-tiba Dewa membalikan badan lalu menangis histeris jauh lebih kencang dibanding tangis Presiden CIna dan India. **
