Karawang dan Bekasi 'Gendong' Jabar ke Peringkat Satu Realisasi Investasi se-Indonesia

Kawasan Industri Suryacipta Karawang
Kawasan Industri Suryacipta Karawang
0 Komentar

‎Dalam rangka menjaga dan meningkatkan capaian tersebut, DPMPTSP Kabupaten Karawang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan penanaman modal dan perizinan berusaha.

‎“Penyederhanaan regulasi, percepatan proses perizinan, serta optimalisasi sistem pelayanan berbasis elektronik terus kami lakukan,” kata Iwan.

‎Ia menegaskan, upaya tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum, kemudahan, dan kenyamanan bagi investor dalam merealisasikan kegiatan usahanya di Kabupaten Karawang.

Baca Juga:‎Aki-aki Gede Wadul Bojan Hodak Bilang Nihil, Umuh Isyaratkan Asing Baru: Persib Siapkan Kejutan Transfer? ‎‎Polisi Hadir di Tengah Banjir, Alat Canggih Yang Dibawa Polres Karawang Ubah Air Kotor Jadi Layak Minum

‎Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menaikkan target investasi tahun 2026 menjadi Rp73,275 triliun. Target tersebut meningkat sekitar Rp725 miliar atau 1 persen dibandingkan target investasi 2025 yang berada di angka Rp72,55 triliun.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan, kenaikan target investasi akan dibarengi dengan penguatan kualitas layanan kepada para investor. Pemkab Bekasi berkomitmen menghadirkan sistem pelayanan terpadu yang lebih cepat, mudah, dan efisien.

‎“Fokus kami adalah memberikan pelayanan yang optimal bagi investor yang ingin menanamkan modal di Kabupaten Bekasi. Harapannya, investasi yang masuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Asep Kamis (15/1/2026).

‎Sementara itu, realisasi investasi Kabupaten Bekasi sepanjang 2025 masih menunggu hasil perhitungan resmi dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Data final tersebut diperkirakan akan diumumkan pada akhir Januari 2026.

‎Meski demikian, berdasarkan data hingga triwulan III 2025, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi telah mencapai Rp61,78 triliun. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp37,90 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp23,87 triliun.

‎Investasi tersebut juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. PMA tercatat menyerap 25.919 tenaga kerja, sementara PMDN menyerap 29.261 tenaga kerja.

‎Dengan capaian tersebut, Kabupaten Bekasi menempati peringkat pertama realisasi investasi kabupaten/kota di Jawa Barat hingga triwulan III 2025. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Karawang dengan investasi sebesar Rp46,96 triliun, disusul Kabupaten Bogor sebesar Rp25,88 triliun.

Baca Juga:BREAKING NEWS : KPK Periksa Sekda Hingga Ajudan Bupati Bekasi ‎Batoto Resmi Tutup Permanen Bos! Rekomendasi Nonton Anime Legal dan Untungkan Studio Anime

‎“Pada pendataan triwulan ketiga, Kabupaten Bekasi masih menjadi yang tertinggi,” ujarnya. (bbs/mhs)

0 Komentar