IHSG Rontok Mendekati Trading Halt 8 Persen Hari Ini, Tertekan Imbas Pengumuman MSCI dan Isu Free Float Saham

Tekanan jual besar membuat IHSG anjlok tajam sejak pembukaan perdagangan, dipicu sentimen negatif pasar usai p
Tekanan jual besar membuat IHSG anjlok tajam sejak pembukaan perdagangan, dipicu sentimen negatif pasar usai pengumuman perubahan metodologi MSCI.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok tajam mendekati batas trading halt 8 persen pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026.

Tekanan jual masif membuat IHSG anjlok sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan sesi I, seiring sentimen negatif pasar pasca pengumuman perubahan metodologi free float oleh MSCI.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 7,34 persen ke level 8.321,21 hingga penutupan sesi I.

Baca Juga:Saham Konglomerasi Berguguran Usai Keputusan MSCI, Emiten Mana Paling Tertekan?Daftar Harta Kekayaan Thomas Djiwandono Versi LHKPN, Keponakan Prabowo yang Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertingginya di 8.596,17, namun kembali tertekan dan bergerak stabil di zona merah.

Pelemahan IHSG hari ini bahkan sempat mendekati level kritis trading halt, setelah sebelumnya indeks turun hingga 7,8 persen ke posisi 8.269,14.

Sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), perdagangan saham dapat dihentikan sementara apabila IHSG turun 8 persen dalam satu hari.

Pelemahan tajam IHSG dipicu oleh sentimen global, khususnya setelah MSCI mengumumkan perubahan metodologi perhitungan free float saham Indonesia pada Selasa (27/1/2026) waktu setempat.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks global.

Hingga siang hari, tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor, tercermin dari:• 764 saham melemah• 30 saham menguat• 10 saham stagnan

Sementara itu, volume transaksi tercatat mencapai 42,81 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp30,05 triliun, dan total frekuensi perdagangan mencapai 2.767.308 kali transaksi.

Baca Juga:Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Resmi Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia 2026–2031Noel Ebenezer Wanti-wanti Soal Persoalan Hukum, Purbaya: Biar Saja

Tak hanya hari ini, IHSG juga telah melemah signifikan sepanjang sepekan terakhir, dengan koreksi mencapai 7,65 persen.

Menanggapi situasi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan MSCI, serta bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menegaskan bahwa masukan dari MSCI menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia.

“Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pasar modal Indonesia. Pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi investor global,” ujar Kautsar dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/1/2026).

BEI juga berkomitmen untuk meningkatkan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi free float saham secara rutin setiap bulan melalui situs resmi BEI, yang telah dimulai sejak 2 Januari 2026.

0 Komentar