OJK Ingatkan Investor Tetap Tenang di Tengah Gejolak IHSG Akibat Rebalancing MSCI Februari 2026

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di tengah tekanan IHSG usai pengumuman pembekuan rebalanci
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di tengah tekanan IHSG usai pengumuman pembekuan rebalancing indeks MSCI Februari 2026.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pesan penting kepada para investor pasar modal di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan pasar muncul setelah adanya pengumuman pembekuan rebalancing indeks MSCI per Februari 2026, yang memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa investor perlu bersikap tenang dan rasional dalam menyikapi dinamika pasar saham yang sedang berfluktuasi tajam.

Baca Juga:Persis Solo vs Persib Bandung di Stadion Manahan, Polresta Solo Tegas Larang Bobotoh Hadir LangsungBupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Kunang Bantah Tahu Praktik Suap Ijon Proyek, Klaim Baru 9 Bulan Menjabat

“Kami mengingatkan seluruh investor agar tetap tenang dan rasional dalam mengambil setiap keputusan investasi,” ujar Inarno dalam keterangannya dikutip dari IDX Channel Jumat (30/1/2026).

Dalam dua hari perdagangan sebelumnya, IHSG sempat mengalami trading halt setelah anjlok hingga lebih dari 8%, mencerminkan tingginya tekanan sentimen global dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak kebijakan indeks internasional.

Pada perdagangan Jumat, IHSG sempat menunjukkan tanda pemulihan.

Indeks dibuka menguat sekitar 1% dan bahkan sempat melonjak hingga 2% ke level 8.408,3 pada awal sesi. Namun, pergerakan tersebut kembali tertahan setelah pasar merespons pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman.

Iman menyatakan bahwa langkah mundur tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika yang terjadi di pasar modal nasional.

Menurutnya, keputusan itu diambil demi menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar saham Indonesia ke depan.

“Sebagai Direktur Utama BEI, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya atas apa yang terjadi dalam dua hari terakhir, saya menyatakan mengundurkan diri. Saya berharap ini yang terbaik bagi pasar modal Indonesia,” ungkapnya.

Seiring berjalannya perdagangan, sentimen pasar kembali membaik. IHSG menutup sesi pertama dengan penguatan 1,18% di level 8.329,15.

Baca Juga:Truk PT Sumisho Global Logistics Terguling di Depan Pollux Mall Cikarang, Arus Lalu Lintas Sempat TersendatKronologi 2 Kasus Virus Nipah di India yang Menulari Tenaga Kesehatan, Kemenkes RI Tingkatkan Kewaspadaan

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 550 saham menguat, 181 saham melemah, dan 181 saham stagnan.

Nilai transaksi hingga jeda siang tercatat mencapai Rp22,24 triliun, dengan volume 33,58 miliar saham dan frekuensi 2,06 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pun meningkat menjadi Rp15.051 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) tercatat menjadi penopang utama penguatan IHSG.

0 Komentar