KBEonline.id – Berhutang memang nggak dilarang dalam Islam. Akan tetapi, yang namanya hutang yah wajib dilunasi meskipun orang yang berhutang tersebut sudah meninggal dunia. Nah, untuk itu hutang sepatutnya segera dilunasi.
Akan tetapi, tidak semua orang bisa melunasi hutang, seseorang mungkin kesulitan untuk melunasi hutang karena suatu hal. Kita bisa meminta pertolongan Allah saat terlilit utang. Di bawah ini ada sejumlah amalan doa yang bisa dipraktikkan.
Amalan Doa Pertolongan Allah Saat Terlilit Hutang
Berikut ini 7 doa pertolongan Allah saat terlilit utang yang bisa diamalkan setiap hari:
1. Doa Amalan Pagi dan Sore
Baca Juga:Sinopsis dan Tempat Nonton Drama China Affinity Episode 1-40 Sub Indo, Kisah Gadis Polos Terjebak Cinta Toxic!NY Oknum Anggota Dewan Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemukulan dan Pengeroyokan
Dikutip dari NU Online, Rasulullah SAW pernah mengajarkan kepada sahabat Anshar seperti yang diriwayatkan Abu Dawud berikut ini:
Disebutkan oleh Abu Sa’id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah masuk ke masjid dan mendapati seorang laki-laki Anshar bernama Abu Umamah. Beliau kemudian menyapanya, “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?”
Abu Umamah lantas menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.” Beliau kembali bertanya, “Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?”
Umamah menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan anjurannya, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:”
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Arab latin: Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”
2. Membaca Ali Imran: 26-27
Pada suatu Jumat, sahabat Mua’adz bin Jabal tidak menghadiri sholat Jumat. Ternyata dia sedang bersembunyi di dalam rumah karena ada orang yang hendak menagih hutang kepadanya.
