Selain itu, minat hiburan digital saat Ramadan juga meningkat. Banyak masyarakat menghabiskan waktu luang dengan menonton streaming, bermain game, dan menikmati konten hiburan digital, sehingga sektor gaming dan digital entertainment Ramadan ikut terdongkrak.
Industri Game Ikut Panen Selama Ramadan
Fenomena menarik lainnya adalah naiknya aktivitas gaming saat Ramadan. Survei menunjukkan hampir 46 persen pengguna menghabiskan lebih banyak waktu bermain game selama bulan puasa, termasuk peningkatan viewership live streaming game di platform digital.
Tak heran jika banyak developer menghadirkan event khusus Ramadan, promo item terbatas, hingga paket spesial untuk menarik minat gamer selama periode ini.
Fase Ketiga: Dua Pekan Terakhir Ramadan, Fokus Penampilan dan Hadiah
Baca Juga:Cemburu Buta, Mahasiswa di Telukjambe Timur Tusuk PacarWarga Karawang Sambut Positif Komplek Singaperbangsa Jadi Zona Steril Kendaraan Bermotor
Memasuki dua pekan terakhir Ramadan, fokus konsumen mulai bergeser ke persiapan Lebaran. Produk skincare, makeup natural, grooming pria, hingga layanan perawatan diri mengalami peningkatan signifikan.
Di fase ini, bisnis hampers Lebaran, fashion, aksesori, serta hadiah mengalami lonjakan permintaan. Bahkan, minat terhadap perjalanan umrah menjelang Lebaran tercatat meningkat hingga 200 persen, mendorong sektor logistik dan pariwisata.
Fase Keempat: Pasca Lebaran, Wisata dan Liburan Meledak
Setelah Idulfitri, fase pasca Ramadan ditandai dengan lonjakan wisata dan liburan keluarga. Pencarian hotel, destinasi pantai, dan kota wisata meningkat tajam, meski durasinya relatif singkat.
Pada hari-hari awal Lebaran, beberapa kategori produk bahkan mencatat lonjakan penjualan hingga ribuan persen, terutama untuk produk hadiah dan perlengkapan rumah tangga.
Dampak Kondisi Global terhadap Pola Belanja Ramadan
Meski kondisi ekonomi global memicu kehati-hatian, perilaku belanja Ramadan di Indonesia relatif tetap kuat. Faktor THR, tradisi mudik, dan budaya berbagi membuat konsumsi tetap berjalan meski lebih selektif.
Konsumen memang lebih berhitung, namun core behavior belanja Ramadan tidak berubah signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Strategi Bisnis Menghadapi Ramadan
Bagi pelaku usaha, strategi bisnis Ramadan harus disiapkan sejak dini. Peningkatan aktivitas media sosial, pencarian online, hingga live shopping menunjukkan bahwa digital marketing Ramadan menjadi kunci memenangkan perhatian konsumen.
Baca Juga:Mau Liburan ke Pantai? Coba 7 Rekomendasi Wisata Tepi Laut di Wilayah Utara Karawang Ini, Cocok Buat HealingDampak Banjir Mulai Terasa! Warga Bekasi Diserbu Penyakit
Bahkan setelah Idulfitri, minat belanja masih bertahan hingga beberapa minggu, sehingga kampanye tidak boleh berhenti hanya saat Ramadan berakhir.
